KARAWANG – Di tengah terjangan banjir yang melumpuhkan Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, sebuah aksi penyelamatan dramatis dilakukan oleh tim gabungan Satpolairud Polres Karawang dan tenaga kesehatan. Petugas berjibaku menembus genangan air setinggi dua meter demi mengevakuasi seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terjebak di zona berbahaya, Sabtu (21/2/2026).
Langkah proaktif ini menjadi sorotan karena menuntut pendekatan yang sangat khusus, humanis, dan persuasif di tengah situasi darurat bencana.
Pendekatan Persuasif di Dusun Pangasinan
Kondisi di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur, dilaporkan menjadi salah satu titik terparah dengan ketinggian air yang mencapai leher orang dewasa. Personel Satpolairud bersama tim nakes mengutamakan keselamatan kelompok rentan yang kesulitan menyelamatkan diri secara mandiri.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan bahwa evakuasi terhadap warga ODGJ tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko trauma maupun bahaya fisik akibat arus air yang tinggi.
“Personel Satpolairud bersama tim nakes segera melakukan pendekatan dan mengevakuasi yang bersangkutan dari lokasi banjir untuk menghindari potensi korban jiwa. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujar Ipda Cep Wildan, Sabtu (21/2/2026).
Dirujuk ke RS Marzoeki Mahdi Bogor
Pasca keberhasilan proses evakuasi dari kepungan banjir, warga ODGJ tersebut tidak hanya dipindahkan ke pengungsian biasa. Mengingat kondisi kesehatan mental dan fisiknya yang memerlukan perhatian khusus, petugas langsung merujuknya ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor.
Langkah ini diambil untuk memastikan pasien mendapatkan pengawasan medis yang memadai dan lingkungan yang aman, jauh dari dampak bencana banjir yang masih meluas.
910 Jiwa Terdampak, Kelompok Rentan Jadi Prioritas
Hingga saat ini, data kepolisian mencatat sedikitnya 218 rumah terendam dan sekitar 910 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut. Tim SAR gabungan masih terus bersiaga melakukan penyisiran, dengan skala prioritas pada Warga yang sedang sakit, Lansia, Dan Anak-anak.
Selain evakuasi fisik, Polres Karawang juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemadaman aliran listrik di area terdampak guna mencegah risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran di tengah genangan air.
Imbauan Keselamatan
Polres Karawang menegaskan kesiagaan penuh personelnya selama status darurat banjir berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri bertahan di dalam rumah jika debit air terus meningkat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tutup Ipda Cep Wildan.











Discussion about this post