Kabar duka mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan ditemukannya seorang bocah lelaki asal Kampung Leuwi Nanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, meninggal dunia dengan tubuh penuh luka. Peristiwa ini memunculkan tanda tanya besar dan kesedihan mendalam di tengah masyarakat.
Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi bergerak cepat menelusuri kasus ini, menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menelusuri dugaan adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Pagi ini dilakukan otopsi untuk memastikan dugaan yang berkembang, termasuk narasi KDRT. Kami masih menunggu hasil otopsi,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, pada Jumat (20/2/2026).
Sebelumnya, publik diguncang oleh beredarnya video kondisi korban saat kritis di RSUD Jampangkulon. Wajahnya tampak lebam, kedua mata membiru, dan luka terbuka di paha menyerupai bekas siraman air panas. Isu yang berkembang menyebutkan korban sempat dipaksa meminum air panas, namun polisi menegaskan semua dugaan itu masih harus dibuktikan secara medis dan hukum.
Di tengah kondisi kritis, sang ayah tak pernah lepas dari sisi anaknya. Ia menggenggam tangan kecil itu, memberi semangat meski napas sang buah hati semakin melemah. Dalam unggahan media sosial, ia menuliskan kalimat yang menyayat hati: “Minggu kemarin masih main bersama, bersenda gurau. Minggu ini meninggalkan ayah untuk selamanya.”
Pesan sang ayah menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan.
Kini, jenazah telah dibawa untuk proses otopsi. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh spekulasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat hukum.
Tragedi ini bukan sekadar berita kriminal, melainkan potret rapuhnya kehidupan keluarga dan panggilan bagi kita semua untuk lebih peduli, agar tidak ada lagi anak yang harus kehilangan masa kecilnya karena kekerasan.











Discussion about this post