Kabar duka menyelimuti Pangandaran. Setelah Bripka Anditya Munartono (35), anggota Polsek Pagerageung jajaran Polres Tasikmalaya Kota, gugur saat menyelamatkan seorang wisatawan yang nyaris tenggelam digulung ombak di Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jumat.
Peristiwa ini terjadi ketika Bripka Anditya dan Bripka Wahyu sedang berenang bersama keluarga di sekitar Pos 4 Pantai Barat Pangandaran. Mereka melihat seorang gadis remaja Sevina Azahra (14) nyaris tenggelam digulung ombak dan segera memberikan pertolongan.
Namun, ombak besar dan arus yang kuat menyebabkan Bripka Anditya, korban, dan seorang saksi Supri (48) terseret lebih jauh. Bripka Wahyu berhasil menyelamatkan diri menggunakan boogie board, sementara Bripka Anditya dan Sevina dievakuasi kapal nelayan. Sayangnya, Bripka Anditya meninggal dunia saat perjalanan menuju Rumah Sakit Pandega, Pangandaran.
“Meskipun almarhum bukan anggota Polres Pangandaran, namun memiliki dedikasi kuat untuk menyelamatkan nyawa orang lain adalah cerminan nyata pengabdian anggota Polri kepada masyarakat,” ujar Kapolres Pangandaran AKBP Mudjianto.
Petugas medis menyatakan korban meninggal dunia akibat tenggelam dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh Bripka Anditya.
“Kami merasa kehilangan seorang pahlawan, semoga pengorbanan beliau menjadi inspirasi bagi kita untuk selalu mengedepankan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” tutur Mudjianto.
Bripka Anditya telah menunjukkan semangat Bhayangkara sejati dengan menempatkan kepentingan orang lain di atas keselamatan pribadi. Pengorbanannya menjadi teladan yang patut diapresiasi dan dikenang, terutama dalam menjaga nama baik institusi Polri.