Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka segera menerbitkan Surat Edaran (SE) perihal kewaspadaan terhadap munculnya super flu atau influenza A (H3N2) subclade K. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar masyarakat melakukan pencegahan dini sehingga tidak terpapar penyakit H3N2 yang tengah menjadi perhatian di beberapa wilayah di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Suratman, mengatakan bahwa SE yang akan diterbitkannya lebih menekankan pada peningkatan kewaspadaan agar masyarakat bisa melakukan pencegahan penyakit melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Menurutnya, PHBS tidak hanya efektif dalam mencegah influenza A, melainkan juga berbagai penyakit lainnya yang rentan muncul di tengah musim penghujan, seperti halnya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang pada bulan Januari berdasarkan pengalaman sebelumnya menunjukkan tren kenaikan.
“Kasus super flu di Kabupaten Majalengka belum terdeteksi, sehingga dipastikan hingga saat ini kasusnya belum pernah terjadi di Majalengka. Meski demikian, kewaspadaan harus ditingkatkan oleh semua pihak,” ungkap Agus.
Menurutnya, kewaspadaan ekstra harus dilakukan bagi warga Majalengka yang bepergian ke luar kota, terutama ke wilayah yang kasus super flu-nya sudah terjadi, seperti halnya Bandung, Jakarta yang memiliki lalu lintas orang yang sangat tinggi, Yogyakarta, dan sejumlah wilayah lainnya seperti yang pernah disebutkan Menteri Kesehatan RI, antara lain Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, dan Sulawesi Utara.
Agus menyampaikan bahwa yang perlu diwaspadai bukan hanya super flu yang kasusnya di Majalengka belum terjadi, namun juga berbagai penyakit lain yang rentan muncul saat cuaca tidak menentu seperti sekarang, terutama jika masyarakat mengabaikan PHBS, Sanitasi Berbasis Sekolah (SBS), serta pencegahan diare dan penyakit lainnya. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, menghindari kelelahan berlebihan, serta menggunakan masker di tempat ramai, terutama bagi mereka yang bepergian ke luar kota. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala flu berat.
“Untuk langkah antisipasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap kemungkinan munculnya super flu, SE akan diterbitkan dan disebarkan ke setiap kecamatan dan desa. Kewaspadaan terutama ditujukan kepada masyarakat yang memiliki tingkat mobilitas tinggi ke luar kota,” ungkap Agus.
Dengan adanya SE ini, diharapkan masyarakat Majalengka semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari berbagai penyakit, termasuk super flu.











Discussion about this post