Polri menunjukkan keseriusan dalam mengawal program prioritas pemerintah melalui inovasi teknologi kesehatan. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan pengembangan Farmapol Pusdokkes sebagai produsen mandiri alat uji keamanan pangan (food safety kit) kepada Presiden Prabowo Subianto saat peresmian SPPG Palmerah, Jumat (13/2/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan perangkat pengujian yang memadai guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat dalam skala nasional.
Target Produksi 400 Unit per Bulan
Dalam laporannya, Kapolri merinci bahwa pengembangan Farmapol Pusdokkes merupakan solusi atas kebutuhan test kit yang terus meningkat. Pada tahap awal, fasilitas ini ditargetkan mampu memproduksi ratusan unit perangkat keamanan pangan secara berkala.
“Untuk menjamin ketersediaan test kit, Polri mengembangkan Farmapol Pusdokkes sebagai produsen food safety kit yang dapat menyediakan 400 unit per bulan pada tahap awal,” jelas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pengembangan ini bertujuan untuk mempertahankan standar zero accident (nol kecelakaan) melalui prinsip food security (ketahanan pangan) dan food safety (keamanan pangan) yang ketat dan profesional.
Rekrutmen Bakomsus Gizi dan Kesehatan Masyarakat
Tidak hanya dari sisi infrastruktur dan alat, Polri juga memperkuat sumber daya manusia dengan merekrut personel ahli melalui jalur Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus).
Polri kini membuka ruang bagi tenaga profesional di bidang Gizi dan Kesehatan Masyarakat untuk bergabung menjadi anggota Korps Bhayangkara. Mereka nantinya akan bertugas mengawasi mutu serta standar nutrisi di lingkungan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Polri.
Menjadi “Polisi Rakyat” di Tengah Masyarakat
Kapolri menegaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam Rapim TNI-Polri 2026 agar kepolisian bertransformasi menjadi “Polisi Rakyat”.
“Pesan tersebut menjadi pedoman kami untuk terus hadir di tengah masyarakat, melayani dengan sepenuh hati, dan bekerja profesional dalam mengawal program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan,” tambahnya.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri jajaran menteri kabinet, di antaranya Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Wagub DKI Jakarta Rano Karno.











Discussion about this post