Polda Jabar mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memulai penanaman ribuan bibit jagung di Kabupaten Sumedang. Aksi nyata ini dilakukan di atas lahan seluas 172 hektare milik Perhutani yang berlokasi di Desa Pelabuhan, Kecamatan Ujung Jaya, Kamis (5/2/2026).
Melalui kegiatan bertajuk “Ngariung Bareng Masyarakat Desa Hutan”, Polda Jabar tidak hanya berfokus pada swasembada pangan, tetapi juga menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi petani lokal melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan.
Pemberdayaan Petani dengan Skema Bagi Hasil
Karo SDM Polda Jabar, Kombes Pol. Fadly Samad, menjelaskan bahwa program ini melibatkan langsung Kelompok Tani Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Pelabuhan. Untuk menjamin kesejahteraan mereka, diterapkan sistem upah harian serta pembagian hasil panen.
“Kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Skema upah harian memberikan kepastian pendapatan, sementara sistem bagi hasil akan mendorong kemandirian ekonomi petani di kawasan desa hutan ini,” ujar Kombes Pol. Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko.
Bantuan Alsintan dan Pupuk Skala Besar
Guna memastikan produktivitas maksimal, Biro SDM Polda Jabar memberikan dukungan sarana dan prasarana pertanian secara menyeluruh. Bantuan yang disalurkan mencakup tahap pengolahan lahan hingga pascapanen, antara lain:
- Mesin Pertanian: 2 unit hand traktor, 1 unit mesin pipil jagung, 1 unit dryer (pengering), dan alat pengecek kadar air.
- Logistik Tanam: 500 kg benih jagung hibrida, 5 ton pupuk Bhabin, serta 4 ton pupuk Urea dan NPK.
Selain bantuan teknis, Polda Jabar juga menyerahkan 50 paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap para petani yang terlibat.
Sinergi Polri dan Masyarakat
Ketua Poktan LMDH Desa Pelabuhan, Dedi Setiadi, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan langsung Polri di sektor pertanian. Menurutnya, dukungan alat mesin pertanian (alsintan) sangat membantu meringankan beban kerja petani lokal.
Senada dengan hal tersebut, AKBP Condro Sasongko menambahkan bahwa program ini adalah bukti nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi role model kolaborasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dengan warga,” pungkas alumnus Akpol 2005 tersebut.











Discussion about this post