BANDUNG – Nuansa religius yang kental menyelimuti lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Polda Jabar menggelar lomba melantunkan dzikir Asmaul Husna yang diikuti oleh seluruh perwakilan Satuan Kerja (Satker) dan Satuan Wilayah (Satwil) jajaran, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi pembinaan mental dan rohani untuk meningkatkan integritas personel melalui penguatan nilai-nilai keimanan.
Lantunan Kekhusyukan dan Kedamaian
Sejak pagi hari, suasana khidmat terasa saat para peserta melantunkan 99 nama indah Allah SWT. Setiap delegasi menampilkan kekompakan, harmonisasi suara, serta penghayatan makna yang mendalam. Suasana hangat dan menenangkan ini diharapkan mampu menyebarkan energi positif di tengah kesibukan tugas kepolisian yang dinamis.
Lomba ini menjadi momentum bagi para anggota Polri untuk sejenak merenung dan merefleksikan nilai-nilai ketuhanan yang terkandung dalam Asmaul Husna, guna diimplementasikan dalam pengabdian kepada masyarakat.
Spiritualitas sebagai Fondasi Pelayanan Masyarakat
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menekankan bahwa penguatan nilai spiritual merupakan kunci utama dalam membentuk karakter polisi yang humanis.
“Lomba Semarak Ramadan ini adalah sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan membangun kebersamaan. Kami berharap semangat religius ini tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang berintegritas,” ungkap Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Membangun Polri yang Profesional dan Dekat dengan Rakyat
Polda Jabar berkomitmen bahwa nilai-nilai kepedulian dan ketulusan yang dipupuk selama bulan Ramadan ini tidak akan hilang seiring berakhirnya bulan suci. Sebaliknya, hal tersebut diharapkan menjadi landasan profesionalisme yang semakin kokoh, sehingga Polri semakin dipercaya dan dicintai oleh masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan apresiasi terhadap kreativitas dan kekhusyukan para peserta, sekaligus mempertegas bahwa di balik seragam tegas kepolisian, terdapat jiwa pengabdian yang berlandaskan pada ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.











Discussion about this post