Pemerintah Indonesia terus berkomitmen menyuarakan pesan perdamaian di kancah global dengan mengajak semua pihak yang bertikai di Yaman untuk mengedepankan kepala dingin dan menahan diri. Merespons dinamika terkini yang terjadi di Provinsi Dali, Yaman Selatan, Kementerian Luar Negeri RI secara resmi mendorong terciptanya dialog politik yang inklusif sebagai jalan keluar terbaik. Langkah diplomasi ini menjadi harapan baru agar perbedaan yang ada tidak diselesaikan melalui kekuatan senjata, melainkan melalui meja perundingan yang konstruktif dan komprehensif.
Dinamika di lapangan memang sedang menghadapi tantangan serius setelah adanya laporan serangan udara pendahuluan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi pada Rabu (7/1/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas kekhawatiran eskalasi kekuatan militer di wilayah selatan, menyusul ketidakhadiran pemimpin Dewan Transisi Selatan (STC), Aidarous al-Zubaidi, dalam agenda perundingan damai di Riyadh. Meskipun situasi sempat memanas, Indonesia tetap optimis bahwa pintu dialog belum tertutup dan menyerukan kepada seluruh faksi untuk kembali berpartisipasi dalam mencari solusi yang adil bagi seluruh rakyat Yaman.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perdamaian, Indonesia menyambut positif inisiatif Kerajaan Arab Saudi yang bersedia memfasilitasi konferensi komprehensif di Riyadh. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum emas bagi seluruh faksi, termasuk pemerintah Yaman dan pihak STC, untuk duduk bersama dan menyatukan visi masa depan yang lebih stabil. Bagi Indonesia, persatuan dan dialog adalah kunci utama untuk mengakhiri konflik panjang ini, mengingat pentingnya menjaga kemanusiaan dan memulihkan kembali kondisi sosial ekonomi di wilayah tersebut.
Pesan damai yang digaungkan Indonesia melalui kanal resmi Kementerian Luar Negeri pada Kamis (8/1/2026) ini menegaskan bahwa diplomasi harus selalu menjadi garda terdepan. Melalui semangat persaudaraan dan solidaritas internasional, diharapkan seluruh pihak di Yaman dapat meredam ego masing-masing demi kepentingan rakyat yang merindukan keamanan. Dengan memprioritaskan dialog inklusif, peluang untuk membangun Yaman yang harmonis dan merdeka dari konflik kini kembali terbuka lebar di mata dunia.










