Operasi kemanusiaan di wilayah terdampak longsor Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian diintensifkan. Pada Sabtu (31/1/2026), Unit K9 Direktorat Samapta Polda Jawa Barat melakukan penyisiran khusus di ujung Sektor C3 guna menindaklanjuti laporan warga terkait terdeteksinya aroma menyengat yang mencurigakan di bawah tumpukan material tanah.
Langkah ini menjadi prioritas utama tim gabungan untuk memberikan jawaban pasti bagi keluarga korban yang masih menanti kabar anggota keluarganya di posko pengungsian.
Spesialis Penciuman: Duet Maut Labrador dan Belgian Malinois
Untuk memastikan akurasi di medan yang labil dan berlumpur, Polri menerjunkan dua “personel” satwa dengan reputasi mumpuni. Seekor anjing pelacak jenis Labrador milik Polda Jabar dan Belgian Malinois dari Polres Cimahi dikerahkan untuk melakukan penetrasi di area yang sulit dijangkau oleh alat berat maupun penglihatan manusia.
Kemampuan penciuman tajam kedua satwa ini menjadi tumpuan harapan dalam mendeteksi keberadaan korban yang diduga tertimbun di kedalaman material longsoran.
Pengamanan Ketat 70 Personel Ditsamapta
Kegiatan penyisiran ini didukung penuh oleh 70 personel Ditsamapta Polda Jabar. Selain mendampingi pawang K9, puluhan personel ini bertugas melakukan sterilisasi area guna memastikan satwa pelacak dapat bekerja dengan fokus tanpa gangguan dari aktivitas lain di sekitar lokasi.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menegaskan bahwa setiap informasi dari masyarakat, sekecil apa pun, akan ditangani dengan standar operasional yang profesional.
“Kami bergerak cepat merespons laporan warga mengenai bau menyengat tersebut. Pengerahan Unit K9 adalah upaya optimal kami untuk memperkuat akurasi pencarian di titik-titik yang sulit. Kami ingin memastikan setiap jengkal area terdampak telah terverifikasi secara saksama,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Misi Kemanusiaan yang Tak Kenal Lelah
Hendra menambahkan bahwa komitmen Polda Jabar dalam penanganan bencana ini bersifat berkelanjutan. Kehadiran Polri di lapangan merupakan manifestasi dari pengabdian nyata kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kami tidak akan melewatkan satu pun potensi temuan. Penyisiran terus dilakukan hingga seluruh laporan tuntas diverifikasi dan situasi dinyatakan aman. Keselamatan personel dan satwa pelacak tetap menjadi perhatian utama kami di tengah kondisi tanah yang masih labil,” pungkasnya.
Hingga sore hari, tim Unit K9 terpantau masih bekerja keras mengitari area Sektor C3, berharap dapat segera memberikan titik terang dalam misi pencarian korban longsor kali ini.











Discussion about this post