Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono secara resmi membuka APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 dengan jamuan makan malam mewah di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (8/2/2026). Dalam sambutannya, Menlu Sugiono menegaskan komitmen penuh pemerintah Indonesia untuk memberikan fasilitas terbaik bagi kegiatan bisnis para anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).
Kehadiran para delegasi ABAC dari 21 negara anggota APEC ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan diri sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan. Menlu Sugiono secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Ketua ABAC 2026, Li Fanrong, atas keputusannya memilih Jakarta sebagai tuan rumah pertemuan pertama di tahun ini.
“Merupakan kehormatan besar bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah ABAC Meeting I. Kami sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh Bapak Li Fanrong dan seluruh anggota ABAC,” ujar Menlu Sugiono dalam pidatonya.
ABAC Meeting I 2026 adalah forum penting yang mempertemukan para pemimpin bisnis terkemuka dari seluruh kawasan Asia Pasifik. Tujuannya adalah untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada para pemimpin ekonomi APEC pada pertemuan puncak nanti. Rekomendasi ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi dunia usaha saat ini.
Menlu Sugiono menyoroti peran krusial ABAC sebagai jembatan penghubung antara dunia usaha dan pemerintah. Ia menekankan bahwa pemerintah Indonesia sangat menghargai kontribusi ABAC dalam menerjemahkan realitas bisnis menjadi wawasan kebijakan yang konkret.
“Kami percaya bahwa ABAC memiliki peran yang sangat strategis dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha dan arah kebijakan pemerintah. Kami siap mendengarkan masukan dari para pelaku bisnis untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif,” kata Menlu Sugiono.
Dalam konteks dinamika global yang penuh ketidakpastian, Menlu Sugiono mengakui adanya berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari perubahan teknologi yang disruptif hingga penataan ulang rantai pasok global. Namun, ia tetap optimistis bahwa melalui kerja sama yang solid, negara-negara anggota APEC dapat mengatasi tantangan tersebut dan meraih kemakmuran bersama.
“Kita hidup di dunia yang dinamis dan penuh tantangan. Namun, saya yakin bahwa dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat di kawasan Asia Pasifik,” tegas Menlu Sugiono.
Sebagai penutup, Menlu Sugiono memberikan jaminan kepada para investor dan pelaku usaha asing bahwa pemerintah Indonesia akan terus berupaya menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif dan kompetitif. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Saya ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada Anda semua: Indonesia terbuka untuk bisnis. Kami siap memberikan fasilitas terbaik dan dukungan penuh bagi setiap kegiatan bisnis yang akan membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi kita semua,” pungkas Menlu Sugiono.
Acara gala dinner tersebut dihadiri pula oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Ketua ABAC Indonesia, Anindya Novyan Bakrie. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung penuh kesuksesan ABAC Meeting I 2026.











Discussion about this post