Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumedang meluncurkan program inovatif bertajuk “Polantas Menyapa” di Unit Regident. Program ini bertujuan menciptakan suasana berbeda dalam pelayanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dengan mengedepankan pendekatan interaktif, informatif, dan humanis kepada masyarakat.
Sejak pagi, masyarakat yang datang ke Unit Regident terlihat langsung mendapatkan arahan dan informasi tanpa harus menunggu terlalu lama. Personel Satlantas kini tidak hanya bertugas di balik loket, melainkan turun langsung menyapa, memberikan panduan alur, mengecek berkas dengan teliti, serta memastikan setiap pemohon memahami tahapan pengurusan BPKB secara menyeluruh.
Kanit Regident IPDA Deden Gustafiana, S.H., menjelaskan bahwa pelayanan hari ini tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga kualitas komunikasi dan kenyamanan publik.
“Kami ingin suasana pelayanan menjadi lebih hidup. Polantas Menyapa membuat masyarakat bisa bertanya, berkonsultasi, dan mendapat jawaban langsung tanpa berbelit. Pendekatannya kami buat lebih komunikatif,” ungkapnya saat diwawancarai di halaman Satpas Mapolres Sumedang, Selasa (09/12/25) Pagi.
Dalam program ini, petugas juga aktif mencatat berbagai masukan langsung dari warga sebagai bahan evaluasi berkelanjutan. Interaksi dua arah tersebut menjadi pembeda utama dari pelayanan BPKB pada hari-hari biasa.
Inovasi yang dihadirkan Satlantas Polres Sumedang ini mendapat apresiasi positif dari pemohon. Salah seorang warga, Acep (45), mengaku pelayanan yang ia terima terasa lebih nyaman.
“Tadi dijelaskan langsung oleh petugas. Saya tidak bingung karena diarahkan dari awal. Suasananya juga enak, tidak kaku,” ujarnya.
Satlantas Polres Sumedang memastikan inovasi pelayanan seperti “Polantas Menyapa” akan terus digelar secara berkesinambungan. Program ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik, menghadirkan standar pelayanan yang lebih modern dan mudah dipahami, sekaligus menjadikan pelayanan BPKB tidak hanya cepat, tetapi juga lebih interaktif, responsif, dan terasa lebih dekat di hati masyarakat.










