Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk pengemudi ojek online (ojol), buruh, dan mahasiswa, untuk menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Polda Jabar meminta agar tidak ada tindakan anarkis atau perusakan fasilitas umum yang dapat merugikan semua pihak.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menyatakan bahwa meskipun situasi di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat relatif aman dan terkendali, beberapa wilayah masih menjadi lokasi unjuk rasa. Ia berharap dinamika ini tetap berjalan tertib dan damai.
“Kami mengimbau rekan-rekan mahasiswa, buruh, maupun ojol untuk tetap menyampaikan aspirasinya secara damai,” ujar Kombes Hendra.
Ia mengingatkan agar aksi yang seharusnya kondusif tidak menimbulkan kerugian akibat tindakan anarkis atau perusakan fasilitas publik.
Polda Jabar menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dijamin oleh undang-undang, tetapi harus dilakukan dengan tertib dan tidak melanggar hukum. Aparat kepolisian berkomitmen untuk melakukan pengamanan secara persuasif, namun akan menindak tegas pihak yang berusaha menciptakan kericuhan.
Selain itu, Polda Jabar mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, diharapkan suasana kondusif di Jawa Barat dapat terus terjaga, sehingga penyampaian pendapat berjalan demokratis, aman, dan tidak merugikan siapa pun.










