Banyak orang sering mengabaikan rasa lelah yang muncul di tengah aktivitas padat. Namun, rasa lelah yang menetap ternyata bukan sekadar butuh istirahat biasa, melainkan bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan serius dalam tubuh.
Hal tersebut ditegaskan oleh dr. Romi, dokter konsultasi pelayanan klinik di Lab Klinik Prodia Banda Aceh, dalam program Klinik Angkasa RRI Banda Aceh (17/1/2026). Ia menjelaskan bahwa dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah fatigue.
Apa Itu Fatigue?
Berbeda dengan lelah biasa, fatigue adalah kondisi kekurangan energi yang membuat seseorang tidak mampu beraktivitas secara fisik maupun mental. Ciri utamanya adalah rasa lelah tetap ada meskipun sudah beristirahat.
Dr. Romi membagi kelelahan menjadi dua kategori:
- Kelelahan Fisiologis: Muncul akibat aktivitas fisik berat, kurang tidur, atau olahraga. Kondisi ini biasanya akan hilang setelah makan bergizi dan tidur yang cukup.
- Kelelahan Kronis (Patologis): Kelelahan yang menetap lama, tidak kunjung membaik meski sudah memperbaiki gaya hidup, dan mulai mengganggu produktivitas harian.
Waspadai Gejala Penyerta
Masyarakat diminta untuk lebih peka jika rasa lelah disertai dengan gejala-gejala berikut:
- Sesak napas atau jantung berdebar.
- Demam atau pusing.
- Pembengkakan pada kaki.
- Bangun tidur tetap merasa lelah.
“Jangan menebak-nebak penyakit (test, don’t guess). Dengan pemeriksaan, kita bisa menyingkirkan penyebab kelelahan yang berbahaya,” tegas dr. Romi.
Dari Gaya Hidup hingga Penyakit Dalam
Penyebab mudah lelah sangat beragam. Selain karena faktor gaya hidup seperti stres, konsumsi kafein berlebihan, dan kurang olahraga, ada risiko medis yang mengintai, di antaranya:
- Anemia (kekurangan sel darah merah).
- Gangguan Tiroid.
- Penyakit Jantung, Paru-paru, atau Ginjal.
- Diabetes.
Kapan Harus ke Dokter?
Dr. Romi menyarankan masyarakat melakukan penilaian mandiri selama dua minggu. Jika dalam kurun waktu tersebut keluhan tidak kunjung membaik meski pola hidup sudah diperbaiki, segera lakukan konsultasi medis.
Ia juga mengingatkan bahwa medical check-up (MCU) tahunan adalah bentuk investasi kesehatan. Sering kali penyakit baru memberikan sinyal kuat ketika kondisinya sudah cukup berat.
Tips Mencegah Kelelahan Berlebih
Sebagai langkah awal pencegahan, dr. Romi membagikan beberapa tips sederhana:
- Seimbangkan waktu kerja dan istirahat yang cukup.
- Jaga pola makan bergizi dan penuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Rutin olahraga ringan secara konsisten.
- Kelola stres dengan baik.
“Tubuh kita adalah aset. Kalau tubuh sudah memberi sinyal lewat rasa lelah, jangan diabaikan,” pungkasnya.











Discussion about this post