Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat bergerak cepat melakukan pengecekan langsung Jalur Arteri Selatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Operasi Ketupat Lodaya 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, pada Sabtu (17/1/2026).
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengecekan jalur ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kondisi lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran 1447 H. Jalur Arteri Selatan menjadi salah satu jalur vital yang menghubungkan wilayah Jawa Barat bagian selatan dan seringkali menjadi alternatif bagi para pemudik untuk menghindari kepadatan di jalur utama.
Dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol. Raydian Kokrosono secara seksama meninjau sejumlah titik yang dianggap rawan kemacetan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Rute pengecekan meliputi wilayah Cileunyi, Cikaledong, Limbangan, Kadu Ngora, hingga Jalur Gentong Tasikmalaya.
Evaluasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi jalan, kelengkapan rambu lalu lintas, ketersediaan penerangan jalan yang memadai, hingga potensi hambatan yang dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan. Petugas juga memeriksa kesiapan pos-pos pengamanan dan pelayanan yang akan didirikan di sepanjang jalur arteri selatan.
Dir Lantas Polda Jabar mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif Polda Jawa Barat untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh infrastruktur dan fasilitas pendukung di Jalur Arteri Selatan dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan aman bagi para pemudik,” ujar Kombes Pol. Raydian Kokrosono.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang rutin digelar setiap tahun dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri. Fokus utama operasi ini adalah pengaturan lalu lintas, pengamanan jalur mudik, serta pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Dengan dilakukannya pengecekan lebih awal, diharapkan seluruh jajaran terkait dapat menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas secara matang, termasuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang mungkin terjadi di Jalur Arteri Selatan Jawa Barat. Beberapa opsi rekayasa lalu lintas yang mungkin diterapkan antara lain sistem contraflow, pengaturan lampu lalu lintas, serta penempatan petugas di titik-titik rawan kemacetan.
Polda Jabar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik Lebaran. Masyarakat juga diimbau untuk beristirahat yang cukup jika merasa lelah, serta memanfaatkan pos-pos pelayanan yang telah disediakan oleh kepolisian.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami mengimbau kepada seluruh pemudik untuk selalu berhati-hati di jalan, patuhi rambu lalu lintas, dan jangan memaksakan diri jika merasa lelah. Manfaatkan pos-pos pelayanan yang telah kami sediakan untuk beristirahat dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” pungkas Kombes Pol. Hendra Rochmawan.











Discussion about this post