Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa Operasi “Zebra Lodaya Tahun 2025” yang resmi digelar Polda Jabar membawa misi fundamental untuk membentuk budaya bangsa yang lebih baik. Operasi ini bertujuan utama menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang masih tinggi.
Mengawali pernyataan di Mapolda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat.
“Ingat, tertib berlalu lintas adalah cerminan budaya bangsa yang beradab. Tujuannya adalah agar mengurangi pelanggaran dan juga menurunkan laka lantas,” ungkapnya, Senin (17/11).
Kombes Hendra menyoroti data Laka Lantas di Jawa Barat tahun 2025 yang mencatat 7.787 kasus, dengan jumlah korban jiwa mencapai 1.936 orang. Angka yang menurutnya “bukan sedikit” dan harus segera diatasi.
Operasi Zebra Lodaya, yang digelar serentak dengan mengerahkan 2.088 personel, membawa tema “Aman, Nyaman, dan Berkeselamatan” sebagai persiapan Nataru.
Secara khusus, Kabid Humas meminta masyarakat memaknai kehadiran petugas di lapangan secara positif. Beliau berharap timbul kedekatan antara Polisi dan warga, di mana kehadiran aparat dimaknai sebagai tindakan penyelamatan.
“Kami berharap bahwa adanya suatu kedekatan kebatinan yang sama dengan kami semua bahwa tujuannya adalah untuk menurunkan laka lantas dan juga fatalitas korban jiwa,” jelas Kombes Hendra.
Ia berharap upaya ini dimaknai sebagai suatu hubungan batin yang tulus dari kepolisian untuk mencegah korban kecelakaan yang lebih banyak lagi.










