Aksi unjuk rasa “Indonesia Gelap” di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya yang berakhir ricuh pada Rabu (19/2/2025) menjadi sorotan atas kepemimpinan Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi. Beliau memimpin langsung pengamanan aksi tersebut dan menunjukkan dedikasi tinggi dengan mengunjungi para korban luka di RS Hermina, bahkan dalam kondisi pakaian basah kuyup akibat hujan deras.
Tiga anggota kepolisian dan beberapa mahasiswa terluka dalam kericuhan tersebut. AKBP Moh Faruk Rozi, tanpa menunggu kering, langsung menuju rumah sakit untuk memastikan para korban mendapatkan perawatan yang memadai. Kehadiran beliau di tengah kondisi tersebut menunjukkan kepedulian dan komitmennya dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Jajang Kurniawan, menjelaskan bahwa Kapolres langsung mengecek kondisi para korban di rumah sakit. Anggota kepolisian yang terluka mengalami cedera di pelipis dan hidung, sementara mahasiswa mengalami luka di kepala diduga akibat terkena benda keras.
Unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Aktivis dan Rakyat Menggugat (ALARM) Tasikmalaya menuntut pencabutan instruksi presiden terkait efisiensi anggaran yang dinilai merugikan sektor pendidikan dan kesehatan. Meskipun aksi berakhir ricuh, kepemimpinan AKBP Moh Faruk Rozi dalam menangani situasi dan memastikan perawatan para korban menjadi bukti nyata komitmen beliau dalam menjalankan tugasnya.
Kehadiran AKBP Moh Faruk Rozi di rumah sakit, meskipun dalam kondisi basah kuyup, menunjukkan kepedulian dan dedikasi beliau yang patut diapresiasi. Tindakan ini bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab institusional, tetapi juga sebagai wujud kepedulian seorang pemimpin kepada masyarakat dan anggotanya.
Meskipun aksi unjuk rasa berakhir ricuh, kepemimpinan AKBP Moh Faruk Rozi dalam memimpin pengamanan dan memastikan perawatan korban menjadi bukti nyata komitmen beliau dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Tasikmalaya.