Kasus pembunuhan Siti Wahyuni (26) yang ditemukan tewas di Perkebunan Teh PTPN VIII Gedeh, Kecamatan Cugenang, pada Minggu, 26 Januari 2025, telah terungkap berkat kerja keras dan profesionalisme Polres Cianjur. Bukan hanya sekadar menangkap pelaku, proses pengungkapan kasus ini menunjukkan kecepatan, ketepatan, dan dedikasi tinggi aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
Sejak laporan awal diterima, Polres Cianjur langsung bergerak cepat. Tim gabungan Satreskrim Polres Cianjur dan Polsek setempat segera melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hasil autopsi menunjukkan luka memar di wajah korban yang disebabkan oleh benda tumpul, menjadi petunjuk awal yang krusial dalam penyelidikan.
Namun, tantangan terbesar terletak pada minimnya saksi mata dan lokasi kejadian yang berada di area perkebunan yang cukup terpencil. Di sinilah keunggulan tim investigasi Polres Cianjur terlihat. Mereka mampu memanfaatkan teknologi secara efektif. Analisis rekaman CCTV dari berbagai sumber, termasuk kamera pengintai di sekitar lokasi kejadian dan di sepanjang jalur yang dilalui korban, menjadi kunci utama dalam mengidentifikasi pelaku dan melacak pergerakannya.
Kejelian tim dalam menganalisis rekaman CCTV, dikombinasikan dengan teknik penyidikan yang terstruktur dan profesional, membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari seminggu, tepatnya pada Jumat, 31 Januari 2025, pelaku berhasil dibekuk di Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu. Penangkapan yang dilakukan secara terencana dan tepat ini meminimalisir potensi perlawanan dan memastikan keselamatan petugas.
Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha, dalam konferensi pers menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim yang terlibat. “Keberhasilan ini bukan hanya sekadar penangkapan pelaku, tetapi juga bukti nyata komitmen Polres Cianjur dalam memberikan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja kepolisian untuk mencegah dan mengungkap berbagai tindak kejahatan,” tegas AKBP Rohman.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja keras, profesionalisme, dan pemanfaatan teknologi secara optimal dapat menghasilkan hasil yang signifikan dalam penegakan hukum. Keberhasilan Polres Cianjur ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran kepolisian di Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan dan dedikasi dalam melindungi dan melayani masyarakat. Proses hukum terhadap pelaku akan terus berlanjut, dan Polres Cianjur berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta dan motif di balik pembunuhan tersebut.
SS/TM