No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Polri TV
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Home Berita

Kemenkes RI: Kasus Super Flu Menurun, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Januari 21, 2026
in Berita, Kesehatan, Nasional
Reading Time: 2 mins read
Kemenkes RI: Kasus Super Flu Menurun, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara resmi menyatakan bahwa fenomena Influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal juga sebagai Super Flu, menunjukkan tren penurunan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia. Meskipun subclade ini telah terdeteksi di 13 provinsi, Kemenkes memastikan bahwa tren kasus influenza secara nasional dalam kondisi terkendali dan tidak perlu menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa virus Influenza H3N2 bukanlah virus baru dan merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun. “Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada minggu ke-36. Namun, berdasarkan hasil pemantauan yang terus dilakukan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar dr. Prima dalam keterangan yang dikutip dari website resmi Kemenkes, Rabu (21/1/2026).

Data Kemenkes mencatat bahwa sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026, terdapat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa. Temuan kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan terus menunjukkan penurunan sejak minggu ke-44. Bahkan, tidak ada penambahan penemuan kasus A (H3N2) subclade K mulai minggu ke-52.

Sebagian besar pasien yang terinfeksi influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk tidak meremehkan gejala influenza dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang berat.

dr. Prima menjelaskan bahwa kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta (komorbid). Pada kondisi risiko tinggi seperti ini, infeksi dari virus maupun bakteri dapat menjadi pencetus yang memperburuk komorbid yang sudah tidak stabil.

Baca Juga  Polres Garut Amankan 6 Pelaku Judi Kemiri di Karangpawitan

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” paparnya.

Kemenkes terus menjalankan surveilans influenza secara ketat di berbagai fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pintu masuk negara. Surveilans ini meliputi pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus untuk memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus.

Meskipun tren kasus Super Flu menunjukkan penurunan, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan. Beberapa langkah PHBS yang dianjurkan antara lain:

Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir.

Menggunakan masker saat sakit, terutama bagi kelompok rentan (memiliki komorbid/lansia).

Menjaga jarak dengan orang lain, terutama jika sedang sakit.

Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan istirahat yang cukup.

Berolahraga secara teratur.

Selain itu, Kemenkes juga menganjurkan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko, sebagai langkah pencegahan yang efektif. Vaksinasi dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus influenza dan mengurangi risiko terkena penyakit yang lebih parah.

Dengan upaya surveilans yang terus dilakukan dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan PHBS, Kemenkes optimis bahwa penyebaran virus influenza di Indonesia dapat terus dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang signifikan bagi kesehatan masyarakat.

ShareTweetSend
Previous Post

Eliano Reijnders: Persib Bandung Juara Paruh Musim, Fokus Tetap di Putaran Kedua!

Next Post

Indonesia Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan AS, Dorong Perdamaian yang Adil dan Berkelanjutan

BeritaTerkait

Berita

Virus Nipah: Pemerintah Siapkan Sistem Deteksi Dini, Masyarakat Diminta Waspada

Januari 29, 2026
Berita

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Inklusif di Myanmar, Tawarkan Pengalaman Rekonsiliasi dan Otonomi Daerah

Januari 29, 2026
Berita

Eliano Reijnders Siap Kembali Perkuat Persib Lawan Persis Solo, Tekad Jaga Puncak Klasemen Super League!

Januari 29, 2026

Discussion about this post

Berita Terbaru

Berita

Virus Nipah: Pemerintah Siapkan Sistem Deteksi Dini, Masyarakat Diminta Waspada

Januari 29, 2026

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Inklusif di Myanmar, Tawarkan Pengalaman Rekonsiliasi dan Otonomi Daerah

Januari 29, 2026

Eliano Reijnders Siap Kembali Perkuat Persib Lawan Persis Solo, Tekad Jaga Puncak Klasemen Super League!

Januari 29, 2026

Polda Jabar Gencar Dukung Swasembada Pangan, Gandeng Kelompok Tani Tanam Jagung di Lahan 750 Hektare dan Berikan Bantuan Alsintan

Januari 29, 2026

Polres Subang Turut Sukseskan Penanaman Jagung Serentak 750 Hektare, Dukung Penuh Swasembada Pangan Nasional

Januari 29, 2026

Polres Ciamis Perkenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini, Gelar Polisi Sahabat Anak di TK Amilul Muminin

Januari 29, 2026

Bandung         Indramayu

Powered by Evermos

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA

© 2025 Tribratanews Polda Jabar - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.