Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochman mengungkapkan bahwa hingga Selasa, 10 Februari 2026, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah berhasil mengidentifikasi 80 jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tim DVI sebelumnya menerima 99 kantong jenazah.
Hendra menambahkan, terdapat tiga individu yang teridentifikasi dari enam kantong jenazah. Tim forensik juga menemukan satu kantong jenazah berisi tulang yang diperkirakan telah berusia lebih dari satu tahun dan dinyatakan bukan merupakan korban longsor.
“Sebanyak 80 jenazah yang telah teridentifikasi telah diserahterimakan kepada para pelapor di Pos Ante Mortem DVI Polda Jabar. Sementara itu, masih terdapat 15 jenazah yang belum teridentifikasi dan saat ini ditempatkan di RS Sartika Asih untuk proses lanjutan,” jelas Kabid Humas.
Ia juga menambahkan, berdasarkan data yang diterima, jumlah korban hilang yang dilaporkan dalam bencana tersebut berjumlah 104 orang. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa seluruh proses dilakukan secara profesional, teliti, dan humanis.
“Kami terus berupaya maksimal dalam proses identifikasi korban agar seluruh keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dapat segera memperoleh kepastian,” ungkapnya.
Polda Jabar bersama seluruh unsur terkait terus bersinergi untuk memastikan penanganan bencana ini berjalan optimal serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak. Upaya pencarian dan identifikasi korban terus dilakukan secara intensif.
“Kami terus berupaya maksimal dalam proses identifikasi korban agar seluruh keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dapat segera memperoleh kepastian,” ucap Kabid Humas. Dengan teridentifikasinya 80 jenazah, diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga korban yang telah lama menanti kepastian. Proses identifikasi terhadap 15 jenazah yang belum teridentifikasi akan terus dilakukan dengan cermat dan teliti.









Discussion about this post