Kabar duka menyelimuti jajaran kepolisian dan masyarakat Tasikmalaya. Kompol (Purn) Mochamad Bashori, mantan Kapolsek Indihiang, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Cisayong, Kecamatan Cisayong, pada Kamis (21/8) pagi.
Kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi rekan kerja maupun jurnalis yang mengenalnya. Andri Ahmad Fauzi, seorang jurnalis, mengaku terkejut mendengar kabar tersebut. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat dekat dengan wartawan dan memiliki jiwa sosial tinggi, termasuk membangun sebuah masjid di lingkungan Polsek Indihiang.
“Selama bertugas beliau sinergi dengan wartawan, orangnya humble. Yang saya ingat, pertama pindah ke Polsek Indihiang itu beliau membangun masjid yang sebelumnya musala kecil,” ujar Andri.
Sosok Periang dan Penghibur di Mata Rekan Kerja
Kesaksian serupa datang dari anggota Polsek Indihiang. Bripka Deni Mardiana menuturkan, almarhum tidak hanya meninggalkan warisan fisik berupa masjid, tetapi juga kenangan sebagai sosok yang selalu membawa keceriaan.
“Selama bertugas, almarhum orangnya baik dan dekat dengan anggota. Salah satu ciri khasnya adalah periang dan humoris,” kata Deni.
Aipda Evan Haeruman, Panit 2 Reskrim Polsek Indihiang, juga mengingat Kompol Bashori sebagai pemimpin yang ramah. Menurutnya, almarhum kerap menghidupkan suasana kerja dengan guyonan khasnya.
“Alhamdulillah beliau orangnya baik, sering guyon. Salah satu ciri khas guyonannya adalah kata-kata ‘Aingah ah’. Itu kata yang selalu terngiang saat beliau bertugas menjadi Kapolsek,” kenang Evan.
Kepergian Kompol (Purn) Mochamad Bashori meninggalkan duka mendalam. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pribadi yang ramah, dermawan, dan menjadi penghibur di tengah lelahnya tugas.










