Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengambang di aliran Sungai Citarum, tepatnya di wilayah Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Cianjur. Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban.
Kanit Reskrim Polsek Bojongpicung, Aipda Adin Widiana, menyampaikan bahwa jasad perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh warga dalam kondisi mengambang pada Jumat (17/10/2024).
“Jasad perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh warga dalam kondisi mengambang di permukaan sungai. Petugas kemudian bersama masyarakat mengevakuasi korban ke tepi sungai dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” kata Kanit Reskrim Polsek Bojongpicung
Saat proses olah TKP, petugas melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban. Hasilnya, tidak ditemukan adanya bekas luka akibat benda tumpul maupun senjata tajam. Untuk mengungkap penyebab kematian, jasad korban telah dibawa ke rumah sakit.
“Sehingga pihaknya membawa jasad korban ke rumah sakit guna dilakukan visum,” jelasnya.
Saksi mata yang pertama kali menemukan, Ndih (49), menceritakan bahwa ia sempat tidak percaya dengan penglihatannya saat melihat jasad mengambang dengan posisi terlentang.
“Saat ditemukan posisinya terlentang di permukaan air dengan sebagian besar tubuh sudah membengkak, sehingga sulit dikenali. Kami melaporkan hal tersebut ke polisi dan langsung melakukan evakuasi jasad ke pinggir sungai,” kata Ndih.
Ndih memastikan bahwa korban bukan merupakan warga sekitar karena tidak ada satu pun warga yang mengenalinya.
Adapun ciri-ciri fisik korban diperkirakan berusia lebih dari 30 tahun, berkulit sawo matang dengan rambut panjang lurus, serta tidak ditemukan tanda khusus atau tanda lahir di tubuhnya.
Kanit Reskrim Polsek Bojongpicung mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri tersebut dapat segera melapor dan memastikan ke ruang jenazah RSUD Sayang Cianjur.
“Kami mengimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat memastikan ke ruang jenazah RSUD Sayang Cianjur,” pungkasanya, seraya menambahkan bahwa penyelidikan dan identifikasi terus dilakukan guna memastikan nama, alamat, dan penyebab pasti tewasnya korban.










