Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Marco Rubio, di kantor Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, pada Rabu (19/2/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang terbuka dan konstruktif, dengan fokus utama pada penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kedua menteri membahas sejumlah agenda prioritas, mulai dari kerja sama perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, hingga isu energi serta dinamika kawasan dan global.
Di sektor ekonomi, Menlu Sugiono dan Menlu Rubio menyoroti pentingnya memperkuat hubungan dagang yang lebih seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Pembahasan mencakup dorongan implementasi kesepakatan perdagangan resiprokal, termasuk di sektor pertanian dan energi.
“Kami ingin memastikan kemitraan ekonomi Indonesia-Amerika Serikat semakin kuat, lebih seimbang, dan memberikan manfaat konkret bagi kedua negara,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).
Selain isu ekonomi, kedua menteri luar negeri juga bertukar pandangan mengenai situasi terkini di Gaza, Palestina. Menlu Rubio menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam Board of Peace serta kontribusinya terhadap upaya stabilisasi dan rekonstruksi Gaza pasca konflik.
Menanggapi hal tersebut, Menlu Sugiono menegaskan pentingnya peran Board of Peace dalam menjamin perlindungan warga sipil yang terdampak konflik dan terbukanya akses kemanusiaan di Gaza. Ia juga menekankan bahwa seluruh langkah stabilisasi yang diambil harus tetap mengarah pada terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Upaya stabilisasi harus menjadi bagian dari jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan melalui Solusi Dua Negara,” tegas Menlu Sugiono.
Pertemuan bilateral ini mencerminkan komitmen yang kuat dari Indonesia dan Amerika Serikat untuk terus memperkuat dialog strategis, serta memperdalam kerja sama lintas sektor yang bermanfaat bagi kedua negara. Kedua negara sepakat untuk menjaga komunikasi yang erat agar kemitraan bilateral tetap kokoh, adaptif, dan relevan dalam menghadapi dinamika kawasan maupun global yang terus berkembang.











Discussion about this post