Di tengah dinamika global yang terus bergulir, Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya sebagai jembatan perdamaian dunia. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, baru saja melakukan pertemuan hangat dengan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, di Markas Besar PBB, New York, pada Senin waktu setempat. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membahas langkah-langkah strategis dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di tanah Palestina. Dalam suasana yang penuh kolaborasi, Menlu Sugiono memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Guterres, sembari menegaskan kembali bahwa komitmen Indonesia terhadap multilateralisme tetap kokoh dan tidak tergoyahkan demi stabilitas internasional.
Langkah diplomasi Indonesia akan terus berlanjut dengan rencana kehadiran Menlu Sugiono pada sidang Dewan Keamanan PBB pada 18 Februari mendatang, yang secara khusus membedah situasi di Timur Tengah. Menariknya, Indonesia juga mengonfirmasi kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Washington DC pada 19 Februari. Partisipasi Indonesia dalam forum-forum strategis ini sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB dan visi Two-State Solution, sebuah posisi prinsip yang bertujuan untuk menghentikan penderitaan dan memberikan hak kedaulatan yang sejati bagi rakyat Palestina sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Sekjen António Guterres menyambut positif konsistensi Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis PBB dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas peran konstruktif Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim yang besar dalam mendorong solusi damai, terutama di tengah kekhawatiran global atas situasi di Tepi Barat yang kian menantang. Guterres memandang Indonesia bukan sekadar peserta, melainkan aktor kunci yang mampu menjalin komunikasi lintas batas untuk memperkuat sistem multilateral yang lebih adil.
Sebagai penutup pertemuan yang penuh harapan tersebut, Menlu Sugiono kembali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan lelah menggunakan berbagai mekanisme diplomasi untuk mencari solusi yang permanen bagi Palestina. Komitmen ini merupakan refleksi dari amanat konstitusi Indonesia untuk ikut serta menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Dengan pendekatan yang inklusif dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, Indonesia optimistis bahwa sinergi global yang dibangun saat ini akan menjadi pembuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah dan tenang bagi saudara-saudara kita di Palestina.











Discussion about this post