Satlantas Polresta Cirebon menetapkan tujuh sasaran pelanggaran dalam Operasi Keselamatan Lodaya menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Sasaran tersebut dinilai berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno, menyebut pengendara roda dua tanpa helm menjadi sasaran utama. Pelanggaran tersebut memiliki tingkat fatalitas paling tinggi. “Helm menjadi perhatian utama kami karena banyak kecelakaan berujung fatal akibat tidak menggunakannya,” kata Mangku Anom kepada RRI Rabu, 4 Februari 2026
Selain itu, sasaran lainnya meliputi pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan. Pelanggaran melawan arus juga masih sering ditemukan di lapangan. Kendaraan pribadi yang digunakan sebagai travel liar turut menjadi perhatian kepolisian. Praktik tersebut dinilai membahayakan penumpang karena tidak melalui uji kelayakan.
Polisi juga menindak kendaraan yang tidak layak jalan, serta pengemudi yang tidak membawa kelengkapan surat. Penggunaan knalpot bising pun termasuk dalam target operasi. “Kami rutin melakukan ramp check, terutama terhadap angkutan umum menjelang arus mudik Lebaran,” ujarnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi aman.
Operasi Keselamatan Lodaya masih mengedepankan edukasi dan teguran kepada masyarakat. Kompol Mangku Anom menghimbau pengendara lebih peduli terhadap keselamatan diri dan berharap kepatuhan berlalu lintas dapat meningkat menjelang arus mudik. Dengan adanya operasi ini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Cirebon dapat ditekan.











Discussion about this post