Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cirebon mulai mematangkan kesiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Fokus utama kepolisian saat ini adalah memastikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah hukum Polresta Cirebon dalam kondisi laik dan aman bagi para pemudik.
Pengecekan lapangan secara menyeluruh telah dilakukan sejak sepekan terakhir, mencakup jalur tol, jalur arteri nasional Pantura, hingga jalur alternatif kabupaten dari wilayah barat di Susukan hingga wilayah timur di Losari yang berbatasan dengan Jawa Tengah.
Plh Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Hadi Surianto, mengungkapkan bahwa tim dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) telah memetakan beberapa titik yang memerlukan perbaikan segera. Di jalur tol arah Jakarta menuju Jawa Timur (Jalur A), terdapat catatan khusus pada Km 221, Km 227, Km 229, Km 230, dan Km 232.
“Untuk jalur tol, ada beberapa titik yang kami catat dan sudah kami laporkan ke pengelola jalan tol agar segera dilakukan perbaikan,” ujar Plh Kasat Lantas Polresta Cirebon, Selasa (10/2/2026).
Sementara itu, di jalur arteri nasional Pantura, kerusakan terpantau di ruas Gebang–Losari. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan mendapatkan komitmen bahwa perbaikan ditargetkan rampung pada akhir Februari 2026.
Menyadari bahwa cuaca ekstrem dan tingginya volume kendaraan berat menjadi pemicu utama kerusakan jalan, Satlantas Polresta Cirebon mengambil langkah diskresi untuk mencegah kecelakaan. Petugas memberikan tanda pada jalan yang berlubang atau rusak menggunakan cat piloks reflektif.
“Penandaan dilakukan agar titik rawan mudah terlihat oleh pengendara, terutama pada malam hari,” jelas AKP Hadi. Meski kerusakan saat ini masih dalam kategori ringan, kepolisian tetap memprioritaskan keamanan pengguna jalan.
Berdasarkan koordinasi dengan kementerian terkait dan pengelola jalan tol, perbaikan jalan secara nasional ditargetkan selesai maksimal pada 6 Maret 2026.
“Mudah-mudahan sebelum tanggal tersebut semua jalur sudah selesai diperbaiki dan siap digunakan pemudik,” tambahnya.
Selain faktor infrastruktur, Plh Kasat Lantas Polresta Cirebon juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman lain akibat cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang. Meskipun belum ada laporan kecelakaan akibat jalan rusak dalam sebulan terakhir, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.
“Imbauan kami, masyarakat tetap berhati-hati dalam berkendara demi keselamatan bersama,” tutupnya.









Discussion about this post