Guna memastikan masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan tenang, Satgas Pangan Polrestabes Bandung bersama instansi terkait memperketat pengawasan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok. Monitoring intensif dilakukan di sejumlah pasar tradisional, salah satunya menyasar Pasar Kiaracondong, Kota Bandung, Sabtu (21/2/2026).
Langkah ini diambil untuk mendeteksi dini potensi kelangkaan serta mengawal stabilitas harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
Stok Pangan Aman, Mayoritas Harga Stabil
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, secara umum stok bahan pangan di pasar tradisional Kota Bandung terpantau dalam kondisi aman dan mencukupi. Komoditas strategis seperti beras, daging ayam, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, hingga telur ayam masih bertahan di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Namun, Satgas Pangan mencatat adanya anomali harga pada beberapa komoditas tertentu. Cabai rawit merah atau yang akrab disebut cengek domba, serta daging sapi bagian paha depan dan belakang, ditemukan dijual di atas ketentuan HET dan HAP.
Faktor Permintaan dan Kualitas Daging
Kenaikan harga pada kedua komoditas tersebut disinyalir dipicu oleh melonjaknya permintaan konsumen menjelang Ramadan yang tidak sebanding dengan pasokan yang ada. Khusus untuk daging sapi, kenaikan harga juga dipengaruhi oleh kondisi barang yang dijual dalam bentuk daging utuh berkualitas tanpa campuran lemak (gajih).
Menanggapi temuan tersebut, Satgas Pangan Polrestabes Bandung langsung memberikan imbauan tegas kepada para pedagang.
“Kami mengimbau para pedagang untuk tetap mematuhi ketentuan HET dan HAP yang telah ditetapkan pemerintah. Jangan sampai ada praktik yang merugikan masyarakat luas di tengah momentum persiapan ibadah ini,” tegas salah satu personel Satgas Pangan di lokasi.
Pengawasan Berkala dan Tindakan Tegas
Polrestabes Bandung berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara berkala dan berkesinambungan hingga masa Idulfitri mendatang. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya penimbunan atau spekulasi harga yang dapat memicu keresahan warga.
Kegiatan monitoring yang berlangsung aman dan kondusif ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi warga Bandung bahwa pemerintah dan kepolisian hadir untuk menjamin keterjangkauan harga pangan di pasar-pasar tradisional.











Discussion about this post