Polsek Buahbatu berhasil menangkap pelaku aksi pamer alat vital (eksibisionis) yang meresahkan di Jalan Timah, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Pelaku berhasil diringkus di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dan kini telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung untuk diproses hukum lebih lanjut.
“Siap sumuhun (pelaku eksibisionis sudah ditangkap) kang. Karena korban di bawah umur, maka penanganan kasus oleh Unit PPA, kang. Alhamdulillah, berkat bantuan semua, pelaku ditangkap di wilayah Bojongsoang Kabupaten Bandung, kang,” kata Kapolsek Buahbatu, Kompol Rezky Kurniawan, Kamis (31/7/2025).
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi pelaku yang mengenakan baju kuning dan celana pendek, mengendarai motor berpelat nomor AD 3593 YU. Dalam video tersebut, terlihat pelaku memanggil korban, seorang bocah perempuan yang sedang mengendarai sepeda listrik, dan berpura-pura menanyakan sesuatu. Korban yang tidak curiga pun berhenti dan terlibat percakapan singkat. Namun, secara tiba-tiba, pelaku memamerkan alat vitalnya. Bocah tersebut langsung terkejut dan segera pergi meninggalkan pelaku.
Ibu korban, yang disebut sebagai I dalam berita, menceritakan peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada Minggu (27/7/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, anaknya sedang berkeliling kompleks menggunakan sepeda listrik sewaan bersama dua temannya.
“Saat kejadian, anak saya bersama anak kakak, dan temannya. Sekitar pukul 14.02 WIB, anak saya diberhentikan oleh seorang pria memakai baju kuning. Setelah itu, anak-anak ditanya ‘dek lihat kucing saya enggak? Lalu, oleh anak-anak dijawab kucing warnanya apa? Eh, tiba-tiba si pelaku ini membuka celananya memperlihatkan alat vitalnya sambil bilang seperti ini yang ada bulunya hitam-hitam,” jelas I.
Insiden traumatis ini menyebabkan anak I mengalami syok berat, tidak mau keluar rumah, dan menolak makan.
“Anak saya ketika pulang ke rumah teriak. Bun ada orang yang lihatin itu nya ke dede sambil menangis-nangis. Saya sempat keluar melihat orang itu dan mengejar sambil meneriakinya,” ujar I dengan nada khawatir.
I juga menambahkan bahwa pelaku diduga telah melakukan aksi serupa beberapa kali kepada anak-anak lain dengan modus yang sama, yaitu menanyakan keberadaan kucing.
“Saya berharap polisi bisa menangkap pelaku yang meresahkan ini,” pungkasnya.
Kini, harapan tersebut telah terwujud dengan penangkapan pelaku. Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang berniat melakukan tindakan serupa. Proses hukum akan terus berjalan untuk memastikan keadilan bagi korban dan memberikan efek jera kepada pelaku.










