Sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian terus diperkuat dalam penanganan bencana longsor di Cisarua. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap tugas kemanusiaan, Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyerahkan bantuan berupa peti mati dan kantong jenazah kepada Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat, Rabu (28/1/2026).
Bantuan ini ditujukan untuk mempermudah serta mempercepat proses evakuasi dan penanganan jenazah para korban yang ditemukan di lokasi bencana.
Dukungan Operasional bagi Tim DVI
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap beban tugas berat yang sedang diemban oleh tim medis dan tim Disaster Victim Identification (DVI) di lapangan.
Sementara itu Kabiddokkes Polda Jabar, Kombes Pol. drg. Iwansyah, Sp.Ort., menerima langsung bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas bantuan peti mati dan kantong jenazah ini. Hal ini sangat mendukung kelancaran tugas tim medis dan DVI dalam proses evakuasi serta pemulasaraan korban bencana longsor di Cisarua agar dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Kombes Pol. drg. Iwansyah.
Penanganan yang Layak dan Manusiawi
Kombes Pol. drg. Iwansyah menambahkan bahwa ketersediaan sarana pendukung yang memadai sangat krusial dalam menjamin proses identifikasi dan pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai prosedur medis maupun ketentuan hukum. Hal ini juga menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi para korban agar dapat ditangani secara layak dan manusiawi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sinergi di Tengah Masa Darurat
Kolaborasi antara Pemkab Bandung Barat dan Polda Jabar di lokasi bencana Cisarua menjadi potret koordinasi lintas instansi yang solid dalam menghadapi situasi darurat.
Dukungan logistik dari pemerintah daerah diharapkan dapat meringankan hambatan teknis di lapangan, sehingga petugas dapat lebih fokus pada percepatan identifikasi dan pemberian kepastian bagi keluarga korban yang masih menunggu di posko darurat.











Discussion about this post