Meski hari raya Idulfitri masih cukup jauh, Polres Indramayu telah mulai Melasanakan assessment jalur dan penentuan titik Pos Operasi Ketupat 2026 sebagai langkah preventif menjamin kelancaran arus mudik dan balik di jalur arteri Pantura, Jumat (16/1/2026).
Langkah proaktif ini dilakukan guna membaca kondisi riil di lapangan, mulai dari kelayakan infrastruktur jalan hingga pemetaan risiko kecelakaan di wilayah hukum Polres Indramayu.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kabag Ops KOMPOL Eko Susilo, menyisir sejumlah titik krusial yang diproyeksikan menjadi pusat pelayanan pemudik.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menjelaskan bahwa pengecekan ini mencakup evaluasi terhadap lokasi strategis Pos Terpadu, Pos Pelayanan, dan Pos Pengamanan. Beberapa lokasi yang disurvei meliputi Pos Simpang Tiga Karangampel dan SPBU Krangkeng, Pos PJR Jatibarang dan Pasar Tulungagung Sukagumiwang, serta Pos Jembatan Timbang Losarang hingga Pos Lingkar Lohbener dan Sukra
Mengingat kondisi cuaca yang masih berada di puncak musim hujan, tim gabungan lintas fungsi memberikan perhatian khusus pada identifikasi titik rawan kecelakaan (black spot) dan titik rawan kemacetan (trouble spot).
“Langkah awal ini krusial untuk memastikan kesiapan infrastruktur, rambu lalu lintas, hingga penerangan jalan umum (PJU). Kami juga memetakan jalur yang berpotensi terdampak bencana alam seperti banjir agar bisa menyiapkan skema alternatif sedini mungkin,” ujar AKP Tarno.
Selain kondisi fisik jalan, petugas juga mengevaluasi potensi hambatan klasik seperti pasar tumpah dan perlintasan sebidang kereta api yang kerap memicu perlambatan arus kendaraan di jalur Pantura.
Polres Indramayu berkomitmen melibatkan seluruh unsur terkait agar perencanaan pengamanan Lebaran 2026 berjalan terintegrasi. Dengan pemetaan dini ini, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan kemacetan panjang dapat diurai lebih efektif.
“Tujuan utama kami adalah mewujudkan ‘Mudik Aman, Nyaman, dan Berkesan’. Langkah cepat ini diambil agar masyarakat tidak menemui kendala berarti saat pulang ke kampung halaman nanti,” pungkas AKP Tarno.










Discussion about this post