Menjelang bulan suci Ramadhan, Kepolisian Resor (Polres) Garut secara signifikan meningkatkan intensitas pengamanan di wilayah perkotaan. Melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), aparat gabungan melakukan langkah proaktif untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga di seluruh wilayah Kabupaten Garut.
Operasi skala besar ini dipimpin langsung oleh Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, dengan melibatkan sedikitnya 422 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta aparatur Pemerintah Daerah. Sinergi ini menunjukkan komitmen kolektif dalam memberikan rasa aman bagi warga, terutama saat memasuki periode malam akhir pekan yang dinilai rawan gangguan keamanan.
Dalam operasi yang digelar sejak Sabtu malam hingga Minggu (15/2/2026) dini hari, tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil pelanggaran hukum. Sebanyak 35 botol minuman keras (miras) disita dari berbagai lokasi, sebagai bagian dari upaya pembersihan penyakit masyarakat menjelang bulan puasa.
Selain itu, petugas juga menaruh perhatian serius pada ketertiban berlalu lintas. Sebanyak 15 unit kendaraan roda dua diamankan karena tidak dilengkapi surat resmi, serta 31 knalpot bising yang kerap memicu polusi suara turut disita. Penindakan ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan warga dari gangguan suara yang meresahkan.
Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, menjelaskan bahwa dalam patroli tersebut, petugas juga berhasil mengamankan 10 individu yang terlibat dalam aktivitas premanisme. Para terduga pelaku kemudian didata dan diberikan pembinaan intensif agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Patroli ini menyasar jam-jam rawan di area perkotaan untuk mencegah gangguan keamanan. Kami juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi kejahatan C3 (curas, curat, dan curanmor),” jelas Kasi Humas
Guna memaksimalkan pengamanan, Polres Garut menerapkan strategi patroli Blue Light dengan menyiagakan mobil patroli di titik-titik strategis yang disinyalir rawan balapan liar dan aksi kriminalitas. Tidak hanya itu, personel di lapangan juga melaksanakan patroli jalan kaki untuk berinteraksi langsung dengan warga.
Pendekatan dialogis ini dilakukan guna menyerap informasi terkini dari masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap aparat keamanan. Kehadiran fisik petugas di tengah pemukiman dan pusat keramaian diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serta menghadirkan ketenangan bagi warga yang beraktivitas.
Melalui patroli intensif ini, Polres Garut bertekad menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga seluruh masyarakat dapat menyambut dan menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan aman, nyaman, dan khidmat.











Discussion about this post