Polda Jawa Barat menunjukkan kesiapannya dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 1446 H dengan menyelenggarakan Pelatihan Pra Operasi Ketupat Lodaya-2025 di Aula Muryono, Polda Jawa Barat, pada Selasa (18/3/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh Kapolda jabar rjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M, Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, para Wakapolres, Kabag Ops, serta Personel dari jajaran Polres di wilayah Polda Jabar, bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan koordinasi personel dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1446 H.
Pada kesempatan tersebut kapolda Jabar menyampaikan bahwa Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi Operasi Ketupat Lodaya-2025. Mengingat Jawa Barat merupakan jalur utama mudik dan balik Lebaran serta wilayah penyangga ibu kota, berbagai potensi gangguan seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, dan gangguan kamtibmas perlu diantisipasi dengan langkah yang terstruktur. Oleh karena itu, operasi ini akan dilaksanakan selama 17 hari, mulai 23 Maret hingga 8 April 2025, dengan melibatkan 15.631 personel dari jajaran Polda Jabar, TNI, instansi terkait, serta potensi masyarakat.
Beliau menekankan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan sinergitas antar instansi guna menciptakan pola pengamanan yang sistematis dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Dengan demikian, personel yang terlibat mampu menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta mengantisipasi berbagai ancaman kriminalitas selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Selain itu, ia pun menegaskan pentingnya profesionalisme dalam bertugas, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Para peserta diharapkan dapat menerapkan prinsip Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) dalam setiap tindakan pengamanan.” ungkapnya.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam menghadapi tantangan keamanan selama masa mudik Lebaran, terutama dengan meningkatnya volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan. Hal ini dapat berimbas pada lonjakan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta potensi gangguan keamanan lainnya. Oleh karena itu, kesiapan personel dalam menerapkan pola pengamanan yang tepat sangat diperlukan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Tahun 2025.” imbuhnya
iapun menerangkan bahwasannya Selain kesiapan personel, sinergi antara Polri dengan instansi terkait, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2025.
di akhir kegiatan lat pra ops Kapolda Jabar juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang ramah dan humanis kepada masyarakat agar pengamanan selama arus mudik dan balik berjalan dengan baik serta mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.
“dengan Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian dan memperkuat koordinasi dalam menciptakan suasana Lebaran yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat” tutup kapolda jabar