Polres Cianjur Polda Jabar memastikan bahwa jasad pria yang ditemukan tewas di pinggir Jalan Raya Cianjur-Cipanas, tepatnya di Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, pada Jumat, meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Hasil penyelidikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka mencurigakan pada tubuh korban.
Kanit Reskrim Polsek Cianjur, Ipda Radhika, menjelaskan bahwa jasad pria tersebut diketahui bernama N (56), warga Desa Mekarsari, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas di lokasi kejadian dan kemudian melaporkannya ke Polsek Cianjur.
“Petugas langsung meluncur ke lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara guna memastikan penyebab tewasnya korban yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas,” kata Ipda Radhika.
Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan bekas luka akibat kekerasan, senjata tajam, atau benda tumpul. Namun, terdapat luka lecet di bagian kepala yang diduga akibat benturan saat korban terjatuh sebelum meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan asma. Diduga, penyakit tersebut kambuh saat korban berada di lokasi kejadian, sehingga ia terjatuh dan meninggal dunia.
“Petugas mengindikasikan korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan asma yang kambuh saat buang air di lokasi sehingga korban terjatuh dan terbentur ke selokan hingga tewas,” jelas Ipda Radhika.
Pihak keluarga menolak dilakukan visum terhadap jasad korban dan langsung meminta agar jenazah diserahkan untuk dimakamkan. Keluarga membenarkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit serius dan sering kambuh.
“Jasad korban sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan, sehingga kami memastikan korban meninggal dunia karena penyakit menahun yang diderita-nya,” kata Ipda Radhika.
Informasi dari warga sekitar juga membenarkan bahwa korban sering terlihat berkeliling di lingkungan tempat tinggal mereka untuk mencari barang bekas. Korban juga sering berhenti di lokasi kejadian untuk beristirahat atau sekadar buang air.
“Setiap hari kami melihat korban melintas di perkampungan dan berhenti di lokasi kejadian untuk istirahat atau sekedar buang air, kami baru tahu dari pengguna jalan yang melihat jasadnya terkapar di pinggir jalan,” kata Sutiawan, seorang warga sekitar.
Dengan demikian, Polres Cianjur memastikan bahwa kematian N (56) disebabkan oleh penyakit yang dideritanya dan tidak ada unsur tindak kekerasan dalam kejadian tersebut.










