Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Banjar berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba di wilayah hukum Kota Banjar dan sekitarnya. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil meringkus tiga pelaku dengan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu-sabu seberat 31,24 gram.
Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan kasus yang berawal dari laporan masyarakat pada akhir Agustus lalu. Kasat Narkoba, AKP Asep Musa, mengatakan ini bukti komitmen Polres Banjar dalam memberantas peredaran narkoba.
“Kami tidak akan pernah memberikan ruang bagi para pengedar maupun bandar narkoba. Polres Banjar akan terus bekerja keras dan bertindak tegas demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba,” ucapnya saat konferensi pers di halaman Mapolres Banjar, Selasa (16/09/2025).
Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat pada Minggu, 24 Agustus 2025, sekitar pukul 13.00 WIB. Informasi menyebutkan bahwa Dusun Pananjung Timur, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, menjadi lokasi rawan peredaran sabu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satnarkoba segera bergerak dan berhasil menangkap seorang pria berinisial N dengan barang bukti sabu seberat 5,79 gram. Kemudian, dilakukan pengembangan dari N dan berhasil menangkap dua pelaku berinisial O dan C di wilayah Tasikmalaya.
Dari tangan O, polisi menyita sabu seberat 24,27 gram berikut timbangan digital, bong, sedotan, jarum, gunting, serta puluhan plastik klip yang diduga digunakan untuk mengemas ulang sabu. Sementara dari tersangka C, petugas mengamankan sebuah ponsel dan dokumen mutasi rekening yang diduga terkait transaksi narkoba.
Secara keseluruhan, barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari sabu seberat 31,24 gram, tas, ponsel, timbangan digital, hingga berbagai perlengkapan yang digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba. Selain itu, seorang saksi berinisial S turut diamankan dengan barang bukti sabu seberat 1,18 gram. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa jaringan ini memiliki sistem yang cukup terorganisir.
Polres Banjar akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar dan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.









