Polres Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan terjun langsung ke lapangan. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, jajaran Polsek Pataruman melakukan monitoring hasil panen tanaman jagung non lahan baku sawah (LBS) di wilayah Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Senin (5/1/2026).
Kegiatan monitoring ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan lokal dan menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah masyarakat. Bhabinkamtibmas Desa Batulawang, Aipda Irfan Hidayat, secara langsung melakukan pemantauan pada lahan pertanian seluas 4.900 meter persegi yang dikelola oleh petani setempat bernama Pendi.
Jagung yang dipanen merupakan jenis hibrida Bisi 18, yang ditanam sejak 1 Oktober 2025 dan memasuki masa panen pada Januari 2026. Jenis jagung ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga cocok untuk ditanam di lahan non sawah.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga turut serta dalam proses pascapanen, mulai dari pemetikan jagung, penjemuran, hingga proses pemipilan. Tahapan ini sangat penting dilakukan untuk menurunkan kadar air pada jagung agar kualitas hasil panen tetap terjaga sebelum dipasarkan.
Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi, S.I.K., menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan, khususnya optimalisasi lahan non sawah agar tetap produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.
“Kami menyadari bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas negara. Oleh karena itu, Polri sebagai bagian dari elemen bangsa, turut serta aktif dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan lokal,” ujar AKBP Tyas Puji Rahadi.
Meskipun dalam proses penanaman sempat dihadapkan pada kendala seperti serangan hama belalang, ulat, serta kondisi cuaca yang tidak menentu, berkat kerja keras dan ketekunan petani, hasil panen tetap berjalan dengan baik. Hasil jagung tersebut selanjutnya diarahkan untuk disalurkan melalui Bulog sebagai bagian dari rantai distribusi pangan nasional, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.










