Polres Cianjur bergerak cepat menangani kasus pelecehan seksual dan sodomi yang mengguncang wilayah Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Sebagai langkah proaktif, pihak kepolisian resmi membuka posko laporan khusus untuk menjaring korban lain yang diduga masih banyak yang belum berani bersuara.
Langkah ini diambil setelah penyidikan mengungkap adanya potensi lebih dari 10 anak yang menjadi korban dari aksi bejat pelaku yang masih berusia remaja.
Modus Licik: Pancingan Burung Merpati
Kasus ini terungkap saat seorang orang tua korban merasa curiga dengan keluhan sakit yang dialami anaknya. Setelah dilakukan pendalaman, polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial MMR (15), warga Kecamatan Sukaluyu.
Modus yang digunakan pelaku tergolong licik untuk menjerat anak-anak usia SD dan SMP. Pelaku mengiming-imingi korban dengan memberikan burung merpati atau menawarkan jasa untuk melatih burung merpati milik korban agar jinak. Setelah melakukan aksinya, pelaku mengancam para korban agar tetap bungkam.
Jaminan Kerahasiaan Identitas di Posko Khusus
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa pembukaan posko ini bertujuan untuk memberikan keadilan bagi seluruh korban. Ia memahami adanya rasa takut dan trauma mendalam yang menghambat keluarga untuk melapor.
“Kami menduga masih ada korban lain yang belum melapor karena takut. Di posko ini, kami menjamin penuh kerahasiaan identitas para korban. Prioritas kami adalah keadilan dan pemulihan bagi anak-anak kita,” tegas AKBP Alexander Yurikho Hadi.
Pendekatan Holistik: Pemulihan Mental dan Psikologis
Polres Cianjur tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga aspek pemulihan korban. Pihak kepolisian telah menyiapkan tim psikolog profesional untuk memberikan pendampingan komprehensif.
Beberapa poin penanganan yang disiapkan meliputi Pemulihan Psikologis: Menghilangkan trauma agar anak-anak dapat kembali bersosialisasi dengan normal, Layanan Kesehatan: Memberikan pengobatan medis bagi korban yang mengalami gangguan fisik akibat perbuatan pelaku, Serta Pendampingan Hukum: Memastikan proses laporan berjalan lancar tanpa menambah beban mental pada korban.
Pesan untuk Orang Tua
Pihak kepolisian mengimbau agar para orang tua di wilayah Sukaluyu dan sekitarnya lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Komunikasi terbuka dan pengawasan terhadap lingkungan pergaulan anak menjadi kunci utama dalam mencegah kasus serupa terulang kembali.
“Pencegahan dimulai dari rumah. Jangan ragu untuk melapor jika ada indikasi sekecil apa pun. Kami hadir untuk memastikan masa depan anak-anak Cianjur tetap cerah dan terlindungi,” tutup Alexander.











Discussion about this post