Cianjur, Jawa Barat – Polres Cianjur menunjukkan kesigapan dalam mengamankan jalannya Pilkada Cianjur 2024, terutama dalam mengawal proses distribusi logistik Pemilu. Sebanyak 150 personel Polres Cianjur dikerahkan untuk mendukung pengawalan dan pengamanan distribusi logistik Pilkada Cianjur 2024, yang dimulai pada Minggu (24/11/2024).
“Tiga orang personel dengan kendaraan terpisah akan melakukan pengawalan pendistribusian logistik sampai ke titik akhir di gudang ppk, selanjutnya pengamanan akan diserahkan ke jajaran polsek, ppk dan pps,” jelas Kepala Bagian Operasi Polres Cianjur, Kompol Iwan Setiawan.
Pengawalan distribusi logistik ini melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota TNI, PPK, dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di tingkat kecamatan. Langkah ini diambil untuk memastikan logistik tiba di tujuan tepat waktu dan dalam kondisi baik.
“Kami akan memastikan semua logistik sampai ke TPS dalam kondisi aman dan tanpa kerusakan,” tambah Iwan.
Setelah logistik sampai di gudang PPK, jajaran Polsek bertanggung jawab atas pengamanan hingga pendistribusian ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau Tempat Pemungutan Suara (TPS). Distribusi ke TPS dijadwalkan berlangsung sehari sebelum pemungutan suara, yakni pada 26 November.
sementara itu Ketua KPU Cianjur Muchamad Ridwan mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Cianjur dan Kodim 0608 Cianjur untuk mengawal seluruh proses distribusi logistik Pilkada. Wilayah yang berada di bagian selatan dan area terpencil menjadi prioritas pengiriman. Ridwan menambahkan bahwa logistik harus tiba di gudang PPK lima hari sebelum hari pemungutan suara.
“Saat pendistribusian yang melibatkan pihak ketiga, akan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI termasuk setelah logistik untuk Pilkada Cianjur tanggal 27 November sampai di titik akhir pendistribusian gudang ppk,” jelasnya.
Belasan personel juga disiagakan di gudang KPU dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 32 kecamatan hingga 27 November mendatang. “Pengamanan di gudang PPK akan diperkuat oleh anggota Polsek, Koramil, dan Panwaslu kecamatan. Pengamanan ini berlangsung hingga logistik didistribusikan ke TPS di masing-masing desa,” ungkap Ridwan.