Antisipasi lonjakan permintaan BBM selama arus mudik Lebaran 2025 mendorong Pemerintah Kota Cirebon dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU di Kota Cirebon pada Kamis (20/3/2025). Bukan sekadar pengecekan rutin, kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menjaga kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan BBM yang akurat dan berkualitas.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin langsung tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan instansi terkait. Kehadiran pejabat penting ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah dalam memastikan kelancaran arus mudik dan mencegah potensi kerugian masyarakat akibat ketidakakuratan takaran atau kualitas BBM yang buruk. Tiga SPBU menjadi sasaran inspeksi: SPBU Bypass (Jl. Brigjen Dharsono, Sunyaragi), SPBU Ahmad Yani (Jl. Ahmad Yani No. 45141, Larangan), dan SPBU Kalijaga (Jl. Kalijaga, Pegambiran).
Proses pemeriksaan dilakukan secara detail dan menyeluruh. Tim memeriksa nosel, segel pompa mesin, dan dispenser BBM di setiap SPBU. Tidak hanya itu, tera ulang – proses pengukuran ulang alat ukur – juga dilakukan untuk memastikan keakuratan takaran BBM yang diberikan kepada konsumen. Setiap detail diperiksa dengan cermat untuk menjamin keadilan dan kepuasan konsumen.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menjelaskan pentingnya kegiatan ini dalam menjaga kepercayaan masyarakat. “Kami tidak hanya memastikan ketersediaan BBM, tetapi juga kualitas dan keakuratannya,” tegas AKBP Eko Iskandar. “Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian.” Ia menambahkan bahwa pengawasan ketat ini juga bertujuan untuk mencegah praktik-praktik curang yang merugikan konsumen.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Cirebon, Drs. Iing Daiman, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap SPBU. “Kepercayaan masyarakat adalah aset berharga,” ujarnya. “Dengan memastikan keakuratan takaran dan kualitas BBM, kita membangun kepercayaan dan menjamin kepuasan konsumen.” Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi SPBU lain untuk selalu mematuhi standar yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar inspeksi, tetapi juga merupakan bentuk dialog dan kerjasama antara pemerintah dan pengelola SPBU. Pemkot Cirebon dan Forkopimda berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan berkala, tidak hanya menjelang mudik, tetapi juga secara rutin untuk memastikan layanan BBM di Kota Cirebon tetap prima dan sesuai standar. Langkah ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan permintaan BBM dan menjaga kepercayaan masyarakat selama periode arus mudik Lebaran 2025 dan seterusnya. Kepastian kualitas dan kuantitas BBM menjadi kunci kelancaran mudik dan memberikan rasa aman bagi para pemudik.
SS/TM