Polres Karawang berhasil menangkap Enjun (52), seorang oknum kepala desa yang menjadi tersangka kasus penggelapan lahan seluas 106 hektare di Kecamatan Pakisjaya. Enjun yang sempat buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya diringkus di Jakarta pada Rabu (19/2/2025) setelah sekitar satu bulan menjadi buronan.
Kapolres Karawang, AKBP Edwar Zulkarnain, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari kerjasama antara Enjun dan korban, ahli waris sah lahan tersebut. Sejak 2016 hingga 2018, Enjun menyewa lahan tersebut seharga Rp260 juta per tahun. Namun, sejak 2019, Enjun ingkar janji dan tidak membayar sewa.
Lebih mengejutkan lagi, penyelidikan polisi menemukan fakta bahwa Enjun telah menyewakan lahan tersebut secara sepihak kepada sekitar 20 penggarap dengan harga Rp5-6 juta per musim panen. Dengan dua musim panen per tahun, Enjun meraup keuntungan ilegal yang ditaksir mencapai Rp1,5 miliar sejak 2019.
“Dalam setahun ada dua musim, sehingga tersangka secara ilegal mengantongi uang dalam jumlah besar,” ungkap AKBP Edwar Zulkarnain Jumat (21/2/2025).
Dari Penangkapan tersebut Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 132 Akta Jual Beli (AJB), lima sertifikat tanah atas nama korban, dan 30 kwitansi pembayaran dari para penggarap kepada Enjun.
atas perbuatannya Enjun dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.
kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam perjanjian sewa-menyewa lahan dan memastikan semua kesepakatan terdokumentasi dengan baik dan memiliki dasar hukum yang jelas.