Polres Subang menyambut positif program bela negara ala Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melibatkan pelajar dan remaja dalam pelatihan militer. Program ini difokuskan pada remaja yang terlibat dalam tawuran atau aksi di jalanan yang belum mencapai tindak pidana.
Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, menjelaskan bahwa remaja yang masuk dalam kategori ini akan diarahkan untuk mengikuti pelatihan militer di Lanud Suryadarma Kalijati.
“Mereka akan mengikuti latihan dan pendidikan militer sebagai bentuk pembinaan,” ujar AKP Bagus. Minggu (04/05/2025)
Namun, AKP Bagus menekankan bahwa program ini tidak berlaku bagi remaja yang terlibat dalam tindak pidana, seperti membawa senjata tajam atau melakukan penganiayaan.
“Jika mereka membawa senjata tajam, akan dikenakan Undang-Undang Darurat. Jika melakukan penganiayaan, akan diproses hukum sesuai Undang-Undang Peradilan Anak atau KUHP,” tegasnya.
Bupati Subang telah menunjuk Lanud Suryadarma sebagai lokasi pelatihan militer bagi remaja bermasalah ini. Kerja sama antara Polres Subang, Pemkab Subang, dan Lanud Suryadarma diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menekan angka kenakalan remaja di Kabupaten Subang. Program ini dinilai sebagai alternatif pembinaan yang lebih efektif dibandingkan dengan jalur hukum konvensional.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena dianggap sebagai solusi inovatif dalam menangani masalah kenakalan remaja. Namun, beberapa kalangan juga menyoroti pentingnya pengawasan dan evaluasi agar program ini berjalan efektif dan tidak menimbulkan masalah baru.










