Polres Sukabumi Kota menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pengumpulan data pendukung penulisan Naskah Karya Akhir Perorangan (NKAP) bagi peserta Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Graha Rekonfu menjadi wadah untuk menggali masukan lintas sektor guna memperkaya kajian ilmiah dan relevansi kebijakan.
Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, mengatakan bahwa FGD ini merupakan bagian penting dalam proses penyusunan NKAP yang berkualitas. “FGD ini menjadi ruang strategis untuk mengumpulkan data dan perspektif dari berbagai elemen terkait, agar naskah yang dihasilkan memiliki bobot akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan organisasi Polri di lapangan,” ujarnya pada Senin (16/2/2026).
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas fokus utama kajian berjudul Optimalisasi Penanganan Tindak Pidana Penipuan guna Mendukung Percepatan Penyelesaian Perkara dalam Rangka Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat. Sentot menjelaskan bahwa program ini selaras dengan visi dan misi Polri dalam mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Penanganan tindak pidana penipuan membutuhkan pendekatan adaptif dan responsif terhadap perkembangan modus kejahatan. Melalui kajian ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berdampak strategis bagi peningkatan kapasitas organisasi,” tambahnya.
Kegiatan dihadiri oleh para pejabat utama Polres Sukabumi Kota, perwakilan purnawirawan Polri, serta narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi keamanan. Dukungan penuh diberikan mulai dari penyediaan data, optimalisasi sumber daya, hingga koordinasi lintas fungsi guna memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Melalui FGD ini, diharapkan lahir rekomendasi komprehensif yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam meningkatkan kapasitas organisasi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” pungkas Kapolres Sukabumi Kota.











Discussion about this post