Polres Sukabumi melakukan berbagai persiapan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain menyiagakan personel, alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana, khususnya longsor.
“Kita sedang mengkoordinasikan kepada pemerintah daerah pada saat operasi mensiagakan pertama alat berat pada titik-titik rawan bencana, sehingga pada saat ada bencana tidak menunggu lama, sudah bisa dinormalisasi sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Samian.
Selain alat berat, mobil derek dan ambulans juga akan ditempatkan di sejumlah titik rawan bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan keadaan darurat dapat berlangsung cepat dan efektif selama libur Nataru.
Lebih lanjut, Samian mengungkapkan bahwa titik-titik rawan selama Nataru telah terpetakan. Menurut dia, potensi kemacetan diprediksi terjadi di wilayah Sukabumi utara, khususnya mulai dari pintu keluar Tol Parungkuda. “Terkait dengan kemacetan, kita tahu bahwa setelah keluar tol Parungkuda, jalan menyempit atau terjadinya bottle neck,” ujar Samian.
Untuk pengamanan selama Operasi Lilin Lodaya, Polres Sukabumi mengerahkan sebanyak 974 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait. Selain itu, sejumlah pos pengamanan juga didirikan di titik-titik seperti Parungkuda, Simpangratu, dan Simpang Caringin. Sementara di wilayah selatan Sukabumi, pos disiapkan di kawasan wisata diantaranya Citepus, Karanghawu, Gunung Butak hingga wilayah Loji.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Samian berharap perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman dan tanpa gangguan. “Masyarakat yang berlibur aman, kemudian yang ibadah dan merayakan hari rayanya lancar tidak ada gangguan,” pungkasnya.










