No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Polri TV
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
Tribratanews Polda Jabar
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA
Home Berita

Polresta Bandung dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

Agustus 11, 2025
in Berita
Reading Time: 1 min read
Polresta Bandung dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

Polresta Bandung berkolaborasi dengan Perum Bulog dalam menggelar program Gerakan Pangan Murah di 26 lokasi di wilayah hukumnya. Program ini menyediakan beras murah dengan harga Rp11.500 per kilogram, diselenggarakan mulai Senin, 11 Agustus 2025 hingga Jumat, 15 Agustus 2025.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menjelaskan bahwa beras yang dijual merupakan stok beras SPHT (Stok Pemerintah Hasil Tanaman) Bulog. Distribusi dilakukan melalui seluruh Mapolsek dan titik layanan SIM keliling di Kabupaten Bandung.

Warga cukup menunjukkan KTP untuk membeli beras, dengan maksimal pembelian 10 kilogram per orang (maksimal 5 kilogram per transaksi, dan bisa membeli dua kali). Pembelian beras ini dilarang untuk diperjualbelikan kembali.

Program ini bertujuan untuk meringankan beban warga dengan menyediakan beras murah sekaligus menjamin ketersediaan pasokan di tingkat konsumen. Ketersediaan beras murah ini juga tersedia di lokasi layanan SIM keliling, memberikan kemudahan bagi warga yang sedang mengurus perpanjangan atau pembuatan SIM.

Baca Juga  Dipicu Sengketa Lahan, Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Kakek di Garut

Polri berperan dalam mengawasi distribusi untuk mencegah spekulasi harga dan mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Selain Gerakan Pangan Murah, Polresta Bandung juga menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan melalui penanaman jagung di lahan seluas 8,6 hektare. Lahan tersebut terdiri dari 4 hektare lahan baku sawah (LBS) dan 4,6 hektare lahan non-LBS. Dengan perkiraan produktivitas 7,5 ton per hektare, total hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 64,5 ton. Sistem tumpang sari diterapkan untuk memungkinkan petani menanam tanaman lain di sela-sela tanaman jagung, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Kapolresta Bandung menekankan manfaat positif program ini bagi peningkatan pendapatan petani.

ShareTweetSend
Previous Post

KLARIFIKASI HOAX – FABRICATED CONTENT [SALAH] Gibran Sebut Pernyataan “Janji 19 Juta Lapangan Kerja” Itu Dipelintir Media Massa.

Next Post

Pelaku Pembunuhan di Stadion Si Jalak Harupat Ditangkap Kurang dari 24 Jam

BeritaTerkait

Berita

Optimasi Ritme Sirkadian: Kunci Kebugaran Tubuh di Tengah Padatnya Aktivitas Digital

Januari 24, 2026
Berita

Harapan Gelar Juara: Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Melaju ke Final Indonesia Masters 2026

Januari 24, 2026
Berita

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Berada pada Posisi Non-Blok Sikapi Isu Greenland

Januari 24, 2026

Berita Terbaru

Berita

Optimasi Ritme Sirkadian: Kunci Kebugaran Tubuh di Tengah Padatnya Aktivitas Digital

Januari 24, 2026

Harapan Gelar Juara: Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin Melaju ke Final Indonesia Masters 2026

Januari 24, 2026

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Berada pada Posisi Non-Blok Sikapi Isu Greenland

Januari 24, 2026

Jelang Laga Persib vs PSBS Biak, Polrestabes Bandung Serukan Suporter Jaga Sportivitas Dan Ketertiban

Januari 24, 2026

Lewat Program ‘OBRAS’, Polres Majalengka Bangun Kesadaran Tertib Lalu Lintas

Januari 24, 2026

Antisipasi Balapan Liar dan Kriminalitas, Polres Ciamis Intensifkan Patroli Biru

Januari 24, 2026

Bandung         Indramayu

Powered by Evermos

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Berita
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • CEK FAKTA

© 2025 Tribratanews Polda Jabar - Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.