Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, Polrestabes Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan potensi lonjakan harga kebutuhan bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan berlangsung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Adi Wijaya, menyatakan bahwa GPM ini merupakan respons atas tingginya harga sejumlah komoditas di pasaran saat ini. “Tujuannya untuk membantu masyarakat yang memang membutuhkan, karena ada beberapa item produk yang harganya cukup tinggi. Harga untuk 17 item yang kita siapkan di sini dipastikan lebih murah daripada harga di pasar, dan masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Kombes Pol Adi Wijaya.
Warga Bandung dapat menebus 17 jenis bahan pokok utama dengan harga subsidi dalam kegiatan ini. Salah satu yang paling dicari adalah beras program SPHP dari Bulog yang dijual seharga Rp58.000 untuk kemasan 5 kilogram. Selain itu, tersedia juga minyak goreng Minyakita seharga Rp15.500 per liter dan gula pasir seharga Rp17.000 per kilogram.
Selain kebutuhan utama, warga juga dapat membeli bahan makanan harian yang harganya paling cepat bergejolak. Telur ayam dijual dengan harga Rp29.000 per kilogram, daging sapi Rp132.000 per kilogram, dan ayam potong Rp37.000 per ekor. Sementara untuk bumbu dapur, cabai merah dijual Rp42.000 per kilogram, serta bawang merah dan putih yang kompak dijual seharga Rp34.000 per kilogram. Komoditas seperti cabai dan bawang ini langsung diserbu warga, mengingat keduanya kerap menjadi pemicu inflasi pangan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 25 Februari 2026, mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Melihat tingginya animo masyarakat pada hari pertama, Polrestabes Bandung berencana menggunakan sistem jemput bola. Kombes Pol Adi Wijaya menjelaskan bahwa Polrestabes Bandung akan mencari lokasi di luar Mapolrestabes yang mendekati permukiman warga agar aksesnya lebih dekat.
GPM ini merupakan hasil kolaborasi apik antara kepolisian, Bulog, serta sejumlah lembaga pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan stok aman dan terdistribusi merata. Menariknya, acara ini tidak hanya soal sembako, tetapi juga memasarkan produk dari para pelaku UMKM Kota Bandung. Warga pun tidak sekadar belanja kebutuhan dapur, tetapi juga dapat berburu makanan olahan atau produk rumahan khas Bandung dengan harga yang ramah di kantong.
Bagi warga Bandung yang tertarik untuk berbelanja, disarankan untuk datang lebih awal pada sore hari karena stok biasanya sangat cepat habis diserbu warga.











Discussion about this post