Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat terus mematangkan kesiapan pengamanan transportasi publik menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Pada H+10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya 2026, kepolisian memperkuat langkah pre-emptive dan preventif dengan menyisir kelaikan armada serta kesehatan pengemudi di jalan raya.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026) ini dilakukan secara kolaboratif bersama Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta Satlantas Polresta Soreang.
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan instrumen penting sebagai tahap awal sebelum memasuki Operasi Ketupat yang dijadwalkan berlangsung dalam dua pekan mendatang.
“Kita bersama dinas terkait melaksanakan kegiatan pre-emptive dan preventif di jalan umum untuk mengecek kesiapan dari manusia dan kendaraan. Ini upaya mengecek kesiapan driver dan kelaikan kendaraan yang akan digunakan menjelang Lebaran,” ungkap Dirlantas Polda Jabar
Salah satu inovasi yang menonjol dalam operasi kali ini adalah pemberian stiker khusus bagi kendaraan yang telah dinyatakan lulus ramp check. Kendaraan yang sudah berstiker dipastikan tidak akan diperiksa ulang di titik lain, sehingga kenyamanan perjalanan penumpang tetap terjaga.
“Alhamdulillah kebanyakan sudah bagus semuanya. Kendaraan yang laik jalan diberikan stiker. Dengan stiker tersebut, kendaraan tidak akan diperiksa ulang agar tidak mengganggu perjalanan penumpang,” tambahnya.
Terkait temuan di lapangan, pihak kepolisian mencatat secara umum kondisi fisik kendaraan dan kesehatan pengemudi dalam keadaan prima. Pelanggaran yang ditemukan hanya bersifat administratif ringan. Terhadap kasus tersebut, polisi tetap tegas namun solutif dengan memberikan waktu untuk melengkapi dokumen atau menyarankan penggunaan pengemudi cadangan.
Dirlantas Polda Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang jika perjalanan mereka sedikit terhambat oleh adanya pemeriksaan ini. Namun, ia menegaskan bahwa langkah ini semata-mata demi melindungi nyawa masyarakat.
“Kami mohon maaf sempat sedikit mengganggu perjalanan penumpang, tapi tujuan akhirnya adalah untuk menyelamatkan nyawa manusia di jalan,” pungkasnya.
Dengan adanya operasi ini, Ditlantas Polda Jabar berharap angka fatalitas kecelakaan selama masa mudik dan balik Lebaran 2026 dapat ditekan serendah mungkin, menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.









Discussion about this post