Aparat kepolisian mengamankan puluhan peserta unjuk rasa yang berujung anarkis di depan Kantor DPRD Jawa Barat pada Jumat dan Sabtu (29-30/8/2025). Aksi tersebut menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan sejumlah anggota kepolisian mengalami luka-luka.
“Kami melakukan rekapitulasi terkait perkembangan unjuk rasa anarkis ini, karena mereka tidak menyampaikan orasi tetapi langsung melakukan pelemparan dan perusakan. Banyak fasilitas umum yang dirusak oleh mereka dan juga adanya perkantoran, baik itu perkantoran pos polisi kemudian juga adanya kantor DPRD dan juga mes (MPR),” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, Minggu (31/8/2025).
Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa tercatat ada satu kendaraan roda empat dan sepuluh kendaraan roda dua di sekitar lokasi unjuk rasa di DPRD Jabar yang dibakar oleh massa.
“Kami mengamankan sebanyak 65 orang di mana ada yang di bawah umur antara 13 tahun, 15 tahun, dan 17 tahun. Lalu, ada pula yang dewasa yang banyak dari mereka pelajar, pengangguran, dan mahasiswa,” katanya.
Lebih lanjut, Kombes Hendra Rochmawan mengungkapkan bahwa korban luka juga berasal dari pihak kepolisian. “Tercatat pada kemarin, sebanyak 47 anggota kepolisian yang mengalami luka karena lemparan dan sampai mendapatkan jahitan serta perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
“Ditambah, ada tujuh personel tambahan yang menjadi korban, sehingga total polisi yang menjadi korban 54 orang,” imbuhnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendataan terkait kerusakan dan korban akibat aksi anarkis tersebut. “Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya kepada elemen mahasiswa dan juga pelajar SMA untuk bisa meredam aksinya tanpa adanya kekerasan,” ucap Kombes Hendra Rochmawan.
Dia pun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di perkantoran, masjid, dan sebagainya untuk bisa lebih tenang kembali dan melakukan doa bersama di seluruh lokasi demi terciptanya situasi yang kondusif. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mendapatkan informasi yang akurat.










