Selasa malam (18/03/2025), Polres Garut meningkatkan intensitas patroli malam hari sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah tegas ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan laporan masyarakat terkait berbagai aksi meresahkan yang kerap terjadi menjelang bulan suci Ramadan. Patroli yang melibatkan personel Satuan Samapta dan Sie Propam ini difokuskan pada sejumlah titik rawan kejahatan dan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menjelaskan bahwa patroli malam ini memiliki beberapa fokus utama. “Kami menargetkan beberapa isu yang seringkali mengganggu ketenangan warga, seperti premanisme, pencurian dengan pemberatan (curat), pungutan liar (pungli), perang sarung, balap liar, dan penggunaan petasan,” ujar AKBP Fajar. Ia menambahkan bahwa patroli juga bertujuan untuk mencegah fenomena “saura on the road” yang kerap terjadi menjelang Ramadan, di mana sejumlah pengendara motor melakukan konvoi dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan, melanggar aturan lalu lintas.
Personel yang diterjunkan dibagi ke dalam beberapa tim dan disebar ke berbagai titik rawan di wilayah Kabupaten Garut. Mereka berpatroli di daerah-daerah yang sering menjadi tempat berkumpulnya kelompok pemuda, yang berpotensi terlibat dalam aktivitas yang mengganggu ketertiban umum. Selain patroli rutin, petugas juga melakukan pengecekan ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan, seperti tempat-tempat parkir, jalanan sepi, dan area publik lainnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas dan meresahkan masyarakat.
“Kami tidak hanya berpatroli secara preventif, tetapi juga melakukan tindakan represif jika ditemukan pelanggaran hukum,” tegas AKBP Fajar. Petugas yang berpatroli dilengkapi dengan peralatan lengkap, termasuk kendaraan patroli yang dilengkapi dengan sirine dan lampu rotator. Mereka juga dibekali dengan kemampuan untuk melakukan tindakan cepat dan tepat jika menghadapi situasi darurat. Kerjasama dengan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan patroli ini.
Selain patroli, Polres Garut juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Petugas berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pengurus masjid untuk memberikan pemahaman tentang bahaya perang sarung, penggunaan petasan yang ilegal dan berbahaya, serta pentingnya tertib berlalu lintas. Himbauan ini disampaikan melalui ceramah, penyebaran brosur, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.
“Kami berharap dengan adanya patroli malam dan edukasi ini, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman selama bulan Ramadan,” kata AKBP Fajar. Ia juga menghimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan melaporkan setiap kejadian atau aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwajib. “Kerjasama antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Lebih lanjut, AKBP Fajar menjelaskan bahwa peningkatan patroli malam ini merupakan bagian dari strategi Polres Garut dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama bulan Ramadan. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Garut agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk. Polres Garut juga akan terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir potensi konflik dan menciptakan suasana yang harmonis selama bulan Ramadan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan segala bentuk gangguan keamanan kepada pihak kepolisian terdekat.
SS/TM