Kabupaten Banjarnegara sukses menorehkan tinta emas dalam sejarah dunia pada peringatan Hari Jadi ke-455. Dalam sebuah momentum yang penuh antusiasme, kabupaten ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui penyajian Dawet Ayu terbanyak, yang kini resmi dikukuhkan tidak hanya sebagai rekor nasional, namun juga sebagai rekor dunia.
Kepala MURI Semarang, Ari Andriyani, dalam keterangannya menyampaikan kekaguman atas pencapaian luar biasa ini. Ia menjelaskan bahwa standar untuk menumbangkan rekor sebelumnya, yang tercatat sebanyak 11.999 gelas, minimal memerlukan peningkatan sebesar 10 persen. Namun, antusiasme masyarakat Banjarnegara jauh melampaui target tersebut dengan menyajikan tak kurang dari 45.000 gelas, atau hampir empat kali lipat dari rekor lama.
Pihak MURI memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pemerintah daerah setempat. Menurut Ari, Dawet Ayu bukan sekadar minuman khas yang memanjakan lidah, melainkan sebuah cerminan mendalam dari budaya, sejarah, serta kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam identitas masyarakat Banjarnegara. Penghargaan ini menjadi pengakuan global terhadap kekayaan tradisi Nusantara.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memaknai usia 455 tahun ini sebagai sebuah perjalanan panjang yang penuh nilai historis. Pencapaian rekor dunia tersebut diharapkan menjadi semangat baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk menatap masa depan. Fokus utama ke depan adalah bagaimana mewariskan Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera kepada generasi penerus, dengan tetap berkomitmen menjaga kelestarian alam secara bersama-sama.
Perayaan yang dibalut dengan pelestarian kuliner lokal ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Dawet Ayu kini semakin kokoh sebagai ikon kebanggaan Banjarnegara yang tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga telah diakui oleh dunia internasional sebagai warisan budaya yang luar biasa.
Melalui momentum bersejarah ini, Banjarnegara berkomitmen untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Harapannya, semangat kebersamaan yang tercipta dari pemecahan rekor dunia ini dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi anak cucu di masa mendatang.











Discussion about this post