Merespons cepat dinamika di media sosial terkait potensi gangguan keamanan, Kepolisian Sektor (Polsek) Losari, jajaran Polresta Cirebon, mengambil langkah tegas dan persuasif untuk mencegah pecahnya aksi perang sarung di Desa Panggangsari, Kecamatan Losari. Langkah ini dilakukan menyusul beredarnya video singkat berdurasi 15 detik yang memperlihatkan seorang pemuda diamankan warga pada Minggu dini hari (22/2/2026).
Guna mengantisipasi eskalasi konflik, Kapolsek Losari AKP Sugiono menginisiasi pertemuan khusus yang menghadirkan para remaja yang diduga terlibat, orang tua, tokoh ulama, aparat desa, hingga unsur UPT Pendidikan di Aula Mapolsek Losari pada Minggu siang. Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian memberikan arahan mendalam serta meminta para remaja tersebut membuat surat pernyataan resmi untuk tidak mengulangi perbuatan mereka.
Kapolsek Losari AKP Sugiono menegaskan bahwa fenomena perang sarung yang kerap muncul saat bulan Ramadhan bukanlah sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan aktivitas berbahaya yang berpotensi mengarah pada tindak pidana. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas apabila kegiatan serupa terulang kembali, mengingat tidak ada pihak yang diuntungkan dari aksi tawuran tersebut. Para remaja yang hadir pun menyatakan kesiapannya untuk menerima konsekuensi hukum jika kembali terlibat dalam aksi meresahkan tersebut.
Selain pengawasan dari aparat, kepolisian menekankan pentingnya peran sentral orang tua dalam memantau aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari hingga menjelang sahur.Kapolsek mengingatkan bahwa pengawasan ketat dari lingkungan keluarga adalah benteng utama agar para pemuda tidak terjerumus dalam perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sinergi ini juga diperkuat dengan dukungan dari tokoh ulama setempat yang turut memberikan siraman rohani. Ulama mengingatkan para remaja bahwa bulan suci Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan takwa melalui kegiatan ibadah, bukan justru dikotori dengan perbuatan tercela seperti tawuran. Di sisi lain, aparat desa setempat juga berkomitmen untuk meningkatkan intensitas patroli lingkungan sebagai langkah mitigasi dini.
Melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan kepolisian, tokoh agama, dan unsur pendidikan ini, Polresta Cirebon berharap situasi Kamtibmas di wilayah Losari tetap kondusif. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian mengedepankan pembinaan dan pencegahan guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan rasa aman dan nyaman.











Discussion about this post