Memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi, risiko terserang flu, batuk, dan meriang meningkat drastis. Alih-alih langsung bergantung pada obat-obatan kimia, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, M.Si., menyarankan masyarakat untuk melirik kembali kekayaan rempah di dapur rumah.
Menurut dr. Inggrid, formula herbal dari bahan rumahan bukan sekadar bumbu masak, melainkan memiliki khasiat medis mulai dari pencegahan hingga membantu proses penyembuhan flu.
Dalam keterangannya pada Senin (5/1/2026), dr. Inggrid menjelaskan bahwa bahan-bahan seperti jahe, kencur, kunyit, dan temulawak memiliki sifat yang mampu meningkatkan imunitas sekaligus menghangatkan tubuh.
“Semua bersifat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Juga membantu meredakan demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga hidung tersumbat,” ujar dr. Inggrid.
Tak hanya rimpang, bumbu dapur lainnya seperti pala, kayu manis, cengkih, kapulaga, bahkan bawang merah dan bawang putih juga memiliki peran penting dalam pengobatan flu. Untuk imunitas yang lebih kuat, tanaman seperti sambiloto, meniran, dan habatus sauda juga bisa menjadi pilihan tambahan.
Bagi Anda yang ingin membuat ramuan sendiri di rumah, dr. Inggrid memberikan tips sederhana:
-
Dosis Pencegahan: Konsumsi 1-2 gelas per hari.
-
Dosis Pengobatan: Bisa ditingkatkan hingga 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan tubuh.
-
Pemanis Alami: Gunakan madu sebagai pengganti gula. Madu tidak hanya memberikan rasa manis, tetapi juga memiliki khasiat anti-bakteri dan penyembuh.
Bagi masyarakat yang sibuk, dr. Inggrid menyebutkan bahwa produk herbal kemasan juga sangat efektif, asalkan sudah memiliki izin edar Badan POM.
“Produk herbal jadi banyak yang berbasis madu yang dicampur dengan jahe, kunyit, kencur, hingga peppermint. Itu praktis dan tetap berkhasiat,” jelasnya.
Musim hujan yang dibarengi dengan aktivitas padat setelah liburan sering kali memicu kelelahan ekstrem. Untuk mengatasinya, dr. Inggrid merekomendasikan kombinasi jahe, kunyit, temulawak, dan lada hitam dalam satu ramuan. Campuran ini dinilai ampuh menjaga stamina agar tubuh tidak mudah “tumbang” akibat kelelahan dan cuaca buruk.
Meskipun herbal sangat membantu, dr. Inggrid menekankan pentingnya asupan nutrisi seimbang. Ia menyarankan konsumsi vitamin C, D, A, dan E, serta mineral seperti zinc dan zat besi.
Secara khusus, ia menyoroti pentingnya memeriksa kadar Vitamin D3. Meski sering beraktivitas di luar ruangan, belum tentu kebutuhan Vitamin D tercukupi.
“Kebanyakan vitamin dan mineral bisa dipenuhi dari makanan bergizi seimbang, terutama sayur dan buah. Hindari makanan instan atau fast food karena itu pasti membuat kita sulit menjaga diri dari flu,” tutup dr. Inggrid.
Dengan mengombinasikan kekuatan herbal dari dapur dan pola makan sehat, masyarakat diharapkan bisa tetap bugar meski cuaca sedang tidak bersahabat.










