Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sindangbarang bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait video viral aksi kekerasan pelajar di Kampung Sedekan, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur. Sebanyak 10 orang pelajar yang terlibat dalam duel brutal tersebut berhasil diamankan pihak kepolisian.
Insiden yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) malam tersebut melibatkan siswa dari dua sekolah berbeda, yakni SMPN 1 Cibinong dan SMA Citra Nusantara. Aksi kekerasan dengan format “dua lawan dua” itu teridentifikasi oleh polisi setelah melakukan penelusuran mendalam terhadap identitas yang terekam dalam rekaman video.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan terhadap enam siswa SMP dan empat siswa SMA. Guna penanganan yang lebih mendalam dan spesifik, pihak Polsek memutuskan untuk melimpahkan kasus ini ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur.
“Saat ini sudah ada 10 orang yang diamankan. Rencananya kami akan serahkan ke Satreskrim Polres Cianjur untuk segera diminta keterangan lebih lanjut,” ujar Kapolsek , Rabu (21/1/2026).
Langkah pelimpahan ini bertujuan untuk Mengungkap peran masing-masing siswa dalam insiden tersebut, Memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan prosedur hukum anak yang berlaku dan Memberikan efek jera sekaligus pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebelum dibawa ke markas kepolisian, petugas terlebih dahulu memanggil para orang tua siswa. Pihak Kepolisian menekankan pentingnya pendampingan orang tua selama proses hukum awal berlangsung. Meski identitas sudah terungkap, Kapolsek enjelaskan bahwa hingga saat ini status para pelajar tersebut masih sebagai saksi.
“Polisi belum menetapkan tersangka. Hal ini dikarenakan proses harus melalui serangkaian tahapan penyelidikan yang ketat, mengingat para pelaku sebagian besar masih di bawah umur,” tegasnya.
Terkait adanya satu korban dari SMA Citra Nusantara yang mengalami patah tulang kaki akibat ditabrak sepeda motor saat insiden terjadi, pihak kepolisian memilih untuk mengedepankan sisi kemanusiaan.
“Untuk pelajar yang mengalami patah tulang kaki, belum kami jemput untuk dimintai keterangan. Saat ini kondisinya masih perlu beristirahat di rumah. Kami menunda pengambilan BAP demi menjaga kesehatan korban sampai fisiknya stabil,” imbuh Kapolsek
Pihak Kepolisian memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan mengimbau kepada pihak sekolah serta orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah.











Discussion about this post